kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45928,35   -6,99   -0.75%
  • EMAS1.321.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Wall Street: S&P 500 Tergelincir Mengawali Maret karena Imbal Hasil US Treasury


Rabu, 01 Maret 2023 / 23:14 WIB
Wall Street: S&P 500 Tergelincir Mengawali Maret karena Imbal Hasil US Treasury
ILUSTRASI. Wall Street


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wall Street jatuh pada perdagangan Rabu (1/3). Imbal hasil US Treasury melonjak setelah data ekonomi terbaru dan komentar dari pejabat The Fed mendorong investor untuk meningkatkan ekspektasi kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) yang lebih ketat untuk waktu lama.

Melansir Reuters, pukul 10:23 pagi waktu setempat, Dow Jones Industrial Average turun 57,09 poin atau 0,17%, ke 32.599,61, S&P 500 turun 17,47 poin atau 0,44% ke 3.952,68, dan Nasdaq Composite turun 58,62 poin atau 0,51 % pada 11.396,93.

Imbal hasil US Treasury dua tahun, yang mengikuti ekspektasi suku bunga jangka pendek, naik menjadi 4,9%, level tertinggi sejak 2007. Sedangkan, imbal hasil US Treasury 10 tahun, tolok ukur untuk biaya pinjaman global, mencapai 4%.

"US Treasury 10-tahun naik dan itu hanya sebagai angin sakal alami untuk penilaian ekuitas," kata Matt Stucky, senior portfolio manager di Northwestern Mutual Wealth Management.

Baca Juga: Wall Street Dibuka Turun Mengawali Maret, Terseret Imbal Hasil US Treasury

Sementara itu, survei Institute for Supply Management (ISM) menunjukkan, manufaktur AS berkontraksi selama empat bulan berturut-turut di bulan Februari. Untuk ukuran harga yang dibayar oleh produsen naik menjadi 51,3 di bulan Februari dari 44,5 di bulan Januari.

Pedagang memperkirakan ekspektasi The Fed akan menaikkan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang ke kisaran 5,5%-5,75% pada bulan September, dari kisaran 4,50%-4,75% saat ini. Angka itu lebih tinggi dari yang disinyalir oleh The Fed pada bulan Desember.

Laporan penggajian bulanan AS dan harga konsumen dalam beberapa hari mendatang akan semakin membantu investor mengukur jalur suku bunga menjelang pertemuan The Fed pada 21-22 Maret.

Pedagang pasar uang melihat peluang sekitar 80% dari kenaikan suku bunga 25 basis poin akhir bulan ini, tetapi kemungkinan kenaikan suku bunga 50 bps yang lebih besar baru-baru ini telah meningkat.

Presiden The Fed Minneapolis Neel Kashkari mengatakan, dia "berpikiran terbuka" baik untuk kenaikan suku bunga 25 basis poin atau 50 basis poin pada bulan Maret.

Sementara itu, Presiden The Fed Atlanta Raphael Bostic mengatakan, kebijakan moneter harus tetap ketat "sampai tahun 2024".

Baca Juga: Warren Buffett: Investor Kini Tak Tertarik Membangun Dinasti Keluarga

Wall Street menutup Februari di zona merah karena investor bersiap untuk kemungkinan The  Fed akan menaikkan suku bunga lebih dari yang diperkirakan, mengacu pada tanda-tanda ketahanan ekonomi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×