kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45845,50   -13,12   -1.53%
  • EMAS1.347.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Wall Street Mixed, Nasdaq Sentuh Level 17.000 Didorong Kenaikan Saham Nvidia


Rabu, 29 Mei 2024 / 05:40 WIB
Wall Street Mixed, Nasdaq Sentuh Level 17.000 Didorong Kenaikan Saham Nvidia
ILUSTRASI. Indeks utama Wall Street ditutup beragam (mixed) di akhir perdagangan Selasa (28/5), dengan saham Nvidia naik di atas 17.000. REUTERS/Stefan Jeremiah


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Indeks utama Wall Street ditutup beragam (mixed) di akhir perdagangan Selasa (28/5). Indeks Nasdaq naik melampaui level 17.000 untuk pertama kalinya, didukung oleh kenaikan saham Nvidia.

Mengutip Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average turun 216,73 poin, atau 0,55% ke level 38.852,86, S&P 500 naik 1,32 poin, atau 0,02% ke level 5.306,04 dan Nasdaq Composite naik 99,09 poin, atau 0,59% ke level 17.019,88.

Saham Nvidia melonjak 7% dan mendongkrak saham saham chip lainnya. Indeks semikonduktor naik 1,9%.

Saham sektor teknologi pada S&P 500 memimpin kenaikan di antara berbagai sektor, sementara sektor layanan kesehatan mengalami penurunan terbesar bersama dengan sektor industri.

Baca Juga: Wall Street Bervariasi Setelah Liburan di Selasa (28/5), Pasar Menunggu Data Inflasi

Volume perdagangan saham di bursa AS mencapai 11,91 miliar saham, dengan rata-rata 12,32 miliar saham dalam 20 hari perdagangan terakhir.

Saham-saham melemah pada perdagangan sore karena imbal hasil Treasury AS naik ke level tertinggi multi-minggu setelah lemahnya lelang utang.

"Kami mendapatkan dua hasil yang mengecewakan dan kami melihat imbal hasil naik dan pasar (saham) merespons secara negatif," kata Quincy Krosby, kepala strategi global, LPL Financial di Charlotte, North Carolina.

"Pasar tidak ingin melihat imbal hasil naik ke tingkat yang mungkin mengancam perekonomian dan konsumen dan menggagalkan jadwal (Federal Reserve) untuk melakukan pelonggaran."

Investor menunggu data inflasi AS minggu ini yang dapat mempengaruhi ekspektasi penurunan suku bunga The Fed.

Laporan Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi inti AS untuk bulan April akan dirilis akhir pekan ini. Barometer inflasi pilihan The Fed ini diperkirakan akan tetap stabil setiap bulannya.

Wall Street telah mencapai rekor baru-baru ini karena investor bertaruh bank sentral AS akan memulai penurunan suku bunga tahun ini.

Baca Juga: Wall Street Selasa (28/5): S&P 500 dan Nasdaq Dibuka Naik, Menunggu Data Inflasi

Ekspektasi terhadap waktu penurunan suku bunga tidak menentu, dan para pengambil kebijakan merasa was-was karena data masih mencerminkan inflasi yang tinggi.

Peluang penurunan suku bunga setidaknya 25 basis poin berada di atas angka 50% hanya untuk bulan November dan Desember tahun ini, menurut CME FedWatch Tool. 
Kemungkinan penurunan suku bunga pada bulan September turun menjadi sekitar 46% dari lebih dari 50% pada minggu lalu.

Sektor ritel juga akan menjadi fokus minggu ini, dengan beberapa peritel seperti Dollar General, Advance Auto Parts, dan Best Buy akan melaporkan hasil kinerjanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




Kontan Academy
Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung Negotiation For Everyone

[X]
×