kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Wall Street meragukan proses negosiasi AS-China


Kamis, 27 Juni 2019 / 06:14 WIB
Wall Street meragukan proses negosiasi AS-China

Berita Terkait

Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Saham Wall Street bergerak mixed dengan kecenderungan turun pada Rabu (26/6). Dow Jones Industrial Average turun tipis 0,04% ke 26.536,82.

Indeks S&P 500 turun 0,12% ke 2.913,78. Nasdaq Composite menguat 0,32% ke 7.909,97. Kenaikan indeks Nasdaq semalam ditopang oleh saham-saham sektor teknologi.


Pasar saham awalnya menguat setelah Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Steven Mnuchin dalam wawancara dengan CNBC mengatakan bahwa kesepakatan antara AS dan China sekitar 90% rampung. Tapi, komentar ini direvisi bahwa dia mengacu pada pembicaraan dagang sebelumnya.

Presiden AS Donald Trump kemudian mengatakan bahwa sangat mungkin untuk menghindari tarif tambahan bagi produk impor China. Tapi dia menambahkan bahwa dia senang dengan kondisi saat ini.

Robert Pavlik, chief investment strategist SlateStone Wealth mengatakan bahwa optimisme dagang saat ini semakin tipis. "Pekan lalu, arah pasar jelas, yakni pemangkasan suku bunga bulan Juli dan pertemuan Trump dan Xi untuk mendiskusikan pembukaan kembali negosiasi dagang. Yang terjadi setelah itu adalah pemerintah membingungkan pasar," kata Pavlik kepada Reuters.

Mengingatkan kembali, AS dan China berniat melanjutkan pembicaraan dagang di sela-sela pertemuan G20 di Jepang akhir pekan ini. Sejumlah analis mengungkapkan bahwa hanya sedikit kemungkinan terjadi keputusan besar pada pertemuan pertama setelah kegagalan pertemuan sebelumnya pada 10 Mei lalu.

Dari 11 sektor S&P 500, sektor energi dan teknologi menjadi pengerek terbesar. Sedangkan sektor-sektor defensif seperti utilities, real estate, dan barang konsumen turun.

Data ekonomi terbaru AS menunjukkan bahwa pesanan baru untuk barang modal nonpertahanan naik lebih dari ekspektasi pada bulan Mei lalu. Hal ini menunjukkan stabilisasi belanja modal. Tapi keseluruhan pesanan barang tahan lama turun, terutama terseret penurunan sebesar 28,2% pesanan pesawat nonpertahanan. Penurunan ini sebagian karena pemangkasan produksi Boeing yang menghentikan produksi 737 MAX yang masih bermasalah.




TERBARU

Close [X]
×