kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.690.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.410   65,94   1,04%
  • KOMPAS100 845   12,09   1,45%
  • LQ45 640   9,44   1,50%
  • ISSI 222   2,82   1,29%
  • IDX30 359   5,14   1,45%
  • IDXHIDIV20 438   4,81   1,11%
  • IDX80 96   1,44   1,52%
  • IDXV30 120   0,97   0,81%
  • IDXQ30 114   1,39   1,23%

Data NFP AS Melemah, Rupiah Diproyeksi Bergerak di Rp17.650–Rp18.100


Minggu, 09 Agustus 2026 / 22:35 WIB
Data NFP AS Melemah, Rupiah Diproyeksi Bergerak di Rp17.650–Rp18.100
ILUSTRASI. Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS (TRIBUNNEWS/Jeprima)


Reporter: Vivit Dewi | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah spot ditutup menguat pada perdagangan Jumat (7/8/2026) ke level Rp 17.897 per dolar Amerika Serikat (AS). Dalam sepekan, rupiah menguat dari posisi Rp 18.022 per dolar AS pada Jumat (31/7/2026).

Rupiah berpeluang melanjutkan penguatan pada pekan depan setelah data pasar tenaga kerja AS menunjukkan pelemahan. Salah satu data yang menjadi perhatian pasar adalah nonfarm payrolls (NFP) yang dapat memengaruhi ekspektasi terhadap arah kebijakan Federal Reserve (The Fed) dan pergerakan dolar AS.

Analis Komoditas sekaligus Founder Traderindo.com, Wahyu Laksono mengatakan pasar tenaga kerja AS menjadi salah satu indikator yang perlu dicermati dalam melihat pergerakan dolar AS.

“Data NFP AS, data pasar tenaga kerja AS sebulan sebelumnya sangat menentukan kebijakan Fed,” ujar Wahyu.

Baca Juga: Rupiah Diproyeksi Melanjutkan Penguatan, Pasar Cermati Sentimen Global dan Data AS

Berdasarkan data Trading Economics, NFP AS periode Juli 2026 tercatat minus 23.000, sedangkan pada Juni 2026, NFP AS masih mencatat pertumbuhan 57.000.

Realisasi tersebut menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja AS lebih lemah dari perkiraan. Pelemahan pasar tenaga kerja dapat mengurangi tekanan terhadap dolar AS karena meningkatkan peluang pasar untuk mengantisipasi ruang pelonggaran kebijakan The Fed.

Kondisi tersebut berpotensi menjadi sentimen positif bagi rupiah. Pasalnya, ketika tekanan terhadap dolar AS berkurang, mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, memiliki ruang untuk menguat.

Sebelum data NFP dirilis, Wahyu memperkirakan kondisi pasar tenaga kerja AS masih relatif solid. Ia juga menilai NFP berpotensi memberikan sentimen positif bagi dolar AS dalam jangka pendek.

Baca Juga: Rupiah Menguat, Pelaku Pasar Bersiap Menanti Putusan FTSE Russell

Namun, hasil aktual NFP Juli justru menunjukkan pelemahan yang lebih dalam dari perkiraan. Perkembangan tersebut dapat mengubah ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan The Fed dan menjadi perhatian bagi pergerakan dolar AS pada pekan depan.

Di sisi lain, Wahyu melihat tekanan terhadap rupiah dari faktor eksternal mulai mereda. Koreksi dolar AS, penurunan harga minyak dunia, serta meredanya ketegangan geopolitik Iran menjadi sejumlah sentimen yang turut mendukung rupiah.

Dengan berbagai sentimen tersebut, Wahyu memproyeksikan rupiah bergerak dalam kisaran Rp 17.650–Rp 18.100 per dolar AS pada pekan depan, dengan area konsolidasi di sekitar Rp 17.800 per dolar AS. Untuk perdagangan Senin (10/8), rupiah diperkirakan berada pada rentang Rp 17.800–Rp 18.000 per dolar AS.

Baca Juga: Rupiah Menguat 0,69% Sepekan, Sentimen Timur Tengah Jadi Perhatian

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×