kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Wall Street menghijau, kinerja Netflix menurunkan harapan sektor teknologi


Rabu, 21 April 2021 / 21:36 WIB
Wall Street menghijau, kinerja Netflix menurunkan harapan sektor teknologi
ILUSTRASI. Wall Street menguat pada awal perdagangan Rabu (21/4).


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wall Street menguat pada awal perdagangan tengah pekan. Rabu (21/4) pukul 21.20 WIB, Dow Jones Industrial Average menguat 0,48% ke 33.982.

Indeks S&P 500 menguat 0,27% ke 4.145. Sedangkan Nasdaq Composite menguat 0,06% ke 13.794.

Harga saham Netflix masih memberatkan kenaikan Nasdaq. Saham perusahaan mega-cap, termasuk Apple Inc, Amazon.com Inc, Facebook Inc dan Tesla Inc, turun antara 0,4% dan 0,7%. Dennis Dick, kepala struktur pasar dan pedagang kepemilikan di Bright Trading LLC di Las Vegas mengatakan, Netflix pasti membebani sektor teknologi di awal perdagangan.

"Kita membahas inti dari semua laporan saham teknologi utama minggu depan dan yang pertama tidak terlalu bagus dan sekarang menurunkan standar untuk Apple dan Microsoft," kata Dick kepada Reuters.

Baca Juga: Selain perlambatan ekonomi, ini sejumlah sentimen lain yang bisa menekan IHSG

Wall Street turun pada perdagangan kemarin karena lonjakan global dalam kasus virus corona menghantam saham terkait perjalanan. Investor pun berubah pikiran tentang pendapatan bank-bank besar AS yang tampaknya luar biasa pekan lalu.

Saham global juga melemah pada hari Rabu karena meningkatnya kekhawatiran atas lonjakan infeksi COVID-19 di Asia dan pengaruhnya terhadap harga minyak.

Dengan musim laporan laba kuartal pertama yang semakin meningkat, analis memperkirakan laba untuk perusahaan S&P 500 akan melonjak 30,9% dari tahun sebelumnya, menurut data Refinitiv IBES.

Baca Juga: Ada kekhawatiran Covid-19 gelombang kedua, rupiah diproyeksikan kembali melemah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×