kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Wall Street menghijau, kinerja Netflix menurunkan harapan sektor teknologi


Rabu, 21 April 2021 / 21:36 WIB
ILUSTRASI. Wall Street menguat pada awal perdagangan Rabu (21/4).


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wall Street menguat pada awal perdagangan tengah pekan. Rabu (21/4) pukul 21.20 WIB, Dow Jones Industrial Average menguat 0,48% ke 33.982.

Indeks S&P 500 menguat 0,27% ke 4.145. Sedangkan Nasdaq Composite menguat 0,06% ke 13.794.

Harga saham Netflix masih memberatkan kenaikan Nasdaq. Saham perusahaan mega-cap, termasuk Apple Inc, Amazon.com Inc, Facebook Inc dan Tesla Inc, turun antara 0,4% dan 0,7%. Dennis Dick, kepala struktur pasar dan pedagang kepemilikan di Bright Trading LLC di Las Vegas mengatakan, Netflix pasti membebani sektor teknologi di awal perdagangan.

"Kita membahas inti dari semua laporan saham teknologi utama minggu depan dan yang pertama tidak terlalu bagus dan sekarang menurunkan standar untuk Apple dan Microsoft," kata Dick kepada Reuters.

Baca Juga: Selain perlambatan ekonomi, ini sejumlah sentimen lain yang bisa menekan IHSG

Wall Street turun pada perdagangan kemarin karena lonjakan global dalam kasus virus corona menghantam saham terkait perjalanan. Investor pun berubah pikiran tentang pendapatan bank-bank besar AS yang tampaknya luar biasa pekan lalu.

Saham global juga melemah pada hari Rabu karena meningkatnya kekhawatiran atas lonjakan infeksi COVID-19 di Asia dan pengaruhnya terhadap harga minyak.

Dengan musim laporan laba kuartal pertama yang semakin meningkat, analis memperkirakan laba untuk perusahaan S&P 500 akan melonjak 30,9% dari tahun sebelumnya, menurut data Refinitiv IBES.

Baca Juga: Ada kekhawatiran Covid-19 gelombang kedua, rupiah diproyeksikan kembali melemah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×