kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Wall Street Melemah, Data Penjualan Ritel AS Hambat Spekulasi Penurunan Suku Bunga


Kamis, 18 Januari 2024 / 05:40 WIB
Wall Street Melemah, Data Penjualan Ritel AS Hambat Spekulasi Penurunan Suku Bunga
ILUSTRASI. Indeks utama Wall Street ditutup melemah pada akhir perdagangan Rabu (17/1). REUTERS/Brendan McDermid


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Indeks utama Wall Street ditutup melemah pada akhir perdagangan Rabu (17/1), setelah data penjualan ritel AS yang optimistis pada Desember 2023 menurunkan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memulai kampanye penurunan suku bunganya pada awal Maret.

Mengutip Reuters, indeks S&P 500 turun 0,56% ke level 4.739,21, Nasdaq turun 0,59% ke level 14.855,62, dan Dow Jones Industrial Average turun 0,25% ke level 37.266,67.

Saham Amazon, Nvidia dan Alphabet merosot antara 0,5% dan 1% dan membebani S&P 500 karena imbal hasil Treasury 10-tahun naik menjadi lebih dari 4,1%, yang merupakan level tertinggi tahun ini.

Saham Tesla turun 2% setelah pembuat kendaraan listrik itu memangkas harga mobil Model Y di Jerman seminggu setelah menurunkan harga untuk beberapa model di China.

Baca Juga: Wall Street Tergelincir Usai Imbal Hasil US Treasury Naik

Indeks sektor real estate S&P 500 yang sensitif terhadap suku bunga anjlok 1,9%.

Volume perdagangan saham di bursa AS mecapai 11,8 miliar saham dengan rata-rata 11,9 miliar saham dalam 20 hari perdagangan terakhir.

Data menunjukkan diskon dari pengecer dan peningkatan pembelian kendaraan bermotor mendukung kenaikan penjualan ritel AS yang lebih tinggi dari perkiraan, sehingga menjaga perekonomian tetap kokoh pada tahun 2024.

Hal ini memperkuat pandangan bahwa The Fed mungkin tidak akan menurunkan suku bunga secepat perkiraan sebelumnya pada tahun ini.

Ekspektasi para pedagang terhadap suku bunga Fed sebesar 25 basis poin pada bulan Maret turun menjadi 55%, dari sekitar 60% sebelum data tersebut dirilis.

Dalam beberapa pekan terakhir, saham-saham AS telah melepaskan kenaikan dari dua bulan terakhir tahun 2023.

"Posisi masyarakat sedang moderat dari semuanya positif menjadi masih banyak ketidakpastian di luar sana," kata Tom Martin, manajer portofolio senior di Globalt Investments di Atlanta.

Baca Juga: Wall Street Dibuka Melemah Dipengaruhi Penjualan Ritel yang Menguat

Dia mengutip pejabat Fed yang baru-baru ini meremehkan ekspektasi penurunan suku bunga yang cepat, dan data ekonomi yang beragam.

Aktivitas ekonomi AS sedikit berubah dari Desember hingga awal Januari, sementara perusahaan-perusahaan melaporkan tekanan harga beragam dan hampir semuanya menunjukkan tanda-tanda melemahnya pasar tenaga kerja, kata The Fed dalam laporan "Beige Book" pada hari Rabu.

Saham Morgan Stanley turun 1,8% setelah analis memangkas peringkat dan target harga mereka setelah laporan pendapatan kuartal keempat bank tersebut. Saham Bank of America dan Citigroup masing-masing turun sekitar 1%.

Saham Ford Motor turun 1,7% setelah UBS menurunkan peringkat sahamnya menjadi netral dari beli.

Sementara Boeing naik 1,3% setelah Administrasi Penerbangan Federal (FAA) mengatakan inspeksi awal pesawat 737 MAX 9 telah selesai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×