Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wall Street tergelincir pada perdagangan Selasa (1/3) dengan saham keuangan menanggung beban untuk hari kedua berturut-turut karena krisis Rusia-Ukraina semakin dalam. Sementara lonjakan harga minyak mendorong saham perusahaan energi.
Melansir Reuters, pada 10:19 ET, Dow Jones Industrial Average turun 303,82 poin atau 0,90% ke 33.588,78, S&P 500 turun 19,78 poin atau 0,45% pada 4.354,16, dan Nasdaq Composite turun 10,39 poin atau 0,08 % pada 13.741,01.
Baca Juga: Simak Rekomendasi Saham-Saham dari Sejumlah Analis untuk Perdagangan Rabu (2/3)
Delapan dari 11 sektor utama S&P turun pada awal perdagangan, dengan sektor keuangan turun 2,7% karena imbal hasil US Treasury tenor 10-tahun merosot ke posisi terendah lima minggu di tengah pelarian ke utang safe-haven.
Saham Wells Fargo kehilangan 4,5%, sedangkan indeks bank yang lebih luas turun 3,8%. Namun, sektor energi mengungguli dengan kenaikan 1,1% karena minyak melonjak kembali di atas US$100 per barel.
Saham Chevron Corp naik 3,2% mencapai rekor tertinggi setelah perusahaan minyak tersebut menaikkan program pembelian kembali sahamnya dan memperkirakan arus kas operasi hingga 2026.
Indeks volatilitas CBOE, juga dikenal sebagai pengukur ketakutan Wall Street, terakhir diperdagangkan di 31,41 setelah mencapai level tertinggi sejak 24 Februari di sesi sebelumnya.
Kendaraan lapis baja Rusia menyerang ibu kota Ukraina, Kyiv, pada hari keenam serangan. Konflik tersebut telah memicu pembalasan dari Barat. Pasar saham jatuh pada hari Senin setelah beberapa negara mengumumkan sanksi tegas terhadap Moskow atas invasinya ke Ukraina.
Baca Juga: Wall Street Tertekan di Perdagangan Terakhir Februari
"Investor tidak menyukai ketidakpastian dan ini adalah tingkat ketidakpastian yang sangat besar untuk pasar keuangan. Pasar menghargai premi risiko yang lebih tinggi pada ekuitas," kata Jeff Schulze, analis investasi ClearBridge Investments.
"Mengingat fakta bahwa ekonomi Amerika Serikat (AS) mengalami percepatan, ketidakpastian akan relatif singkat dan tidak akan mengejutkan jika pasar menemukan pijakannya, sekitar beberapa minggu ke depan ketika kejelasan pulih."
Data menunjukkan aktivitas manufaktur AS meningkat lebih dari yang diharapkan pada Februari karena meredanya kasus Covid-19. Meskipun perekrutan di pabrik melambat, berkontribusi untuk menjaga rantai pasokan terganggu dan harga input tetap tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













