Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada perdagangan Senin (26/10/2026).
Sentimen positif dari pengajuan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) perusahaan kecerdasan buatan Anthropic mendorong kenaikan saham-saham teknologi dan terkait kecerdasan buatan (AI).
Mengutip Reuters, penguatan tersebut membawa indeks S&P 500 dan Nasdaq bangkit setelah mencatat penurunan selama dua pekan berturut-turut.
Baca Juga: Generasi Milenial Dominasi Investor SBR015, Penjualan Tembus Rp 17 Triliun
Investor juga mencermati agenda ekonomi dan laporan keuangan perusahaan teknologi besar yang akan menjadi katalis pasar sepanjang pekan ini.
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 146,42 poin atau 0,28% ke level 52.361,58. S&P 500 menguat 53,09 poin atau 0,70% ke posisi 7.676,77, sedangkan Nasdaq Composite bertambah 214,04 poin atau 0,83% menjadi 26.169,38.
Anthropic mengungkapkan kerugian besar sekaligus pertumbuhan pendapatan yang pesat dalam dokumen pengajuan IPO di AS.
Perusahaan pengembang AI tersebut memaparkan ambisinya membangun sistem kecerdasan buatan yang berpotensi mengubah perekonomian global, meskipun pengembangan teknologinya membutuhkan biaya besar.
Baca Juga: Intip Saham yang Banyak Diborong Asing Saat IHSG Terkoreksi ke 5.373, Senin (26/10)
Rencana pencatatan saham Anthropic menjadi perhatian investor di tengah melambatnya aktivitas IPO yang sebelumnya ramai pada musim gugur.
Volatilitas pasar dalam beberapa waktu terakhir telah mendorong sejumlah perusahaan menunda penawaran saham perdana mereka.
Chief Investment Officer RWA Wealth Partners di Boston JP Powers mengatakan, pengajuan Anthropic memberikan dorongan optimisme bagi pasar.
Namun, investor masih akan menilai bagaimana prospek perusahaan tersebut diterima ketika benar-benar melantai di bursa.
Menurut dia, pergerakan pasar berpotensi kembali bergejolak apabila berbagai katalis yang muncul sepanjang pekan ini memberikan sinyal berbeda kepada investor.
Saham-saham semikonduktor dan perusahaan terkait chip, yang dipandang sebagai penerima manfaat utama dari pertumbuhan AI, turut menopang penguatan Wall Street. Indeks semikonduktor Philadelphia naik 2,8% pada Senin, meskipun masih terkoreksi 12,2% sepanjang Oktober.
Baca Juga: BEI Rombak IDX30, LQ45 dan IDX80, Ini Saham yang Masuk dan Keluar
Sejumlah perusahaan yang terkait dengan infrastruktur AI juga mencatat kenaikan. Saham Lumentum menguat sekitar 8%, sementara Coherent naik sekitar 6%.
Kedua perusahaan tersebut termasuk di antara saham berkinerja terbaik dalam indeks S&P 500. Sektor teknologi memimpin penguatan di antara 11 sektor utama S&P 500 dengan kenaikan 1,5%.
Perusahaan penyedia infrastruktur komputasi awan untuk AI, termasuk CoreWeave, juga berhasil menghapus pelemahan sebelumnya.
Meski demikian, tidak seluruh saham teknologi bergerak positif. Saham Meta Platforms turun 1,9% setelah perusahaan media sosial tersebut menyatakan berencana menghimpun dana ekuitas hingga US$ 95 miliar untuk membiayai ekspansi terkait AI, termasuk pusat data, kapasitas komputasi awan, dan infrastruktur lainnya.
Belanja AI dalam jumlah besar sebelumnya menjadi sumber kekhawatiran pasar, terutama karena perusahaan semakin mengandalkan pendanaan utang di tengah kenaikan biaya pinjaman.
Investor mulai mempertanyakan apakah potensi keuntungan dari investasi tersebut akan sebanding dengan biaya yang dikeluarkan.
Baca Juga: Saham SMRA Tertekan Usai OTT KPK, Target Marketing Sales Masih Bisa Tercapai
Saham Tesla justru melonjak 5,2% dan ditutup pada level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan. Kenaikan ini terjadi setelah Barclays menaikkan rekomendasi saham Tesla menjadi overweight dari sebelumnya equal-weight.
Dari sisi kebijakan moneter, pelaku pasar menantikan keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada Rabu (28/10/2026). Berdasarkan CME FedWatch, pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan tersebut hanya sebesar 12,7%.
Namun, tekanan inflasi yang belum menunjukkan tanda mereda membuat investor menilai The Fed kemungkinan tidak akan mempertahankan suku bunga tanpa perubahan untuk waktu yang lama.
Selain keputusan bank sentral, investor juga menantikan data pertumbuhan ekonomi dan inflasi AS pada Kamis (29/10/2026), serta laporan keuangan perusahaan-perusahaan besar. Lebih dari sepertiga perusahaan anggota S&P 500 dijadwalkan merilis kinerja keuangan pekan ini, termasuk Alphabet, Microsoft, dan Amazon.com.
Kinerja ketiga perusahaan tersebut akan dicermati untuk melihat apakah besarnya investasi pada AI mulai menghasilkan pertumbuhan bisnis yang sepadan.
Investor juga bersiap menghadapi pemilihan paruh waktu AS pada 3 November, yang akan menentukan penguasaan Kongres AS.
Di pasar saham, jumlah saham yang naik melampaui saham yang turun dengan rasio 1,36 banding 1 di Bursa Efek New York dan 1,09 banding 1 di Nasdaq. S&P 500 mencatat tujuh saham yang menyentuh level tertinggi dalam 52 minggu dan tujuh saham pada level terendahnya.
Sementara itu, Nasdaq Composite mencatat 82 saham pada level tertinggi baru dan 349 saham pada level terendah baru.
Volume perdagangan di bursa AS mencapai 16,7 miliar saham, lebih rendah dibandingkan rata-rata 17,2 miliar saham selama 20 hari perdagangan terakhir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














