kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.678.000   -14.000   -0,83%
  • USD/IDR 16.580   -130,00   -0,79%
  • IDX 6.300   -185,30   -2,86%
  • KOMPAS100 913   -34,31   -3,62%
  • LQ45 705   -26,86   -3,67%
  • ISSI 198   -5,78   -2,83%
  • IDX30 365   -13,57   -3,59%
  • IDXHIDIV20 444   -16,19   -3,52%
  • IDX80 103   -3,94   -3,68%
  • IDXV30 108   -4,34   -3,85%
  • IDXQ30 120   -4,21   -3,39%

Wall Street Ditutup Memerah Kamis (27/2), Kejatuhan Nvidia Seret Nasdaq dan S&P 500


Jumat, 28 Februari 2025 / 05:31 WIB
Wall Street Ditutup Memerah Kamis (27/2), Kejatuhan Nvidia Seret Nasdaq dan S&P 500
ILUSTRASI. A trader works on the trading floor on the last day of trading before Christmas at the New York Stock Exchange (NYSE) in Manhattan, New York City, U.S., December 23, 2021. REUTERS/Andrew Kelly


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Indeks S&P 500 dan Nasdaq berakhir turun tajam pada Kamis (27/2), tertekan oleh kejatuhan saham produsen chip Nvidia setelah laporan keuangannya gagal menghidupkan kembali reli AI di Wall Street.

Sementara itu, investor mencermati data yang mengindikasikan perlambatan ekonomi Amerika Serikat (AS).

Melansir Reuters, Indeks S&P 500 turun 1,59% dan berakhir di 5.861,57 poin.

Nasdaq anjlok 2,78% menjadi 18.544,42 poin dan Dow Jones Industrial Average melemah 0,45% menjadi 43.239,50 poin.

Ini merupakan penurunan harian terbesar Nasdaq dalam sebulan terakhir.

Baca Juga: Wall Street Bergolak Kamis (27/2): Nvidia Berbalik Turun, Data Ekonomi AS Tampak Lesu

Volume perdagangan di bursa AS cukup tinggi, dengan 15,8 miliar saham diperdagangkan, dibandingkan dengan rata-rata 15,3 miliar saham selama 20 sesi sebelumnya.

Indeks volatilitas Cboe, yang dikenal sebagai "fear gauge" Wall Street, ditutup pada level tertinggi sejak 19 Desember.

Saham Nvidia merosot 8,5%, menghapus nilai pasar sebesar US$274 miliar, setelah perusahaan yang berbasis di Silicon Valley tersebut memberikan proyeksi margin kotor kuartalan yang lebih lemah dari perkiraan, meskipun prospek pendapatan tetap optimis.

Saham produsen chip lainnya seperti Broadcom dan Advanced Micro Devices juga ikut turun masing-masing lebih dari 7% dan 5%, menyebabkan indeks semikonduktor Philadelphia anjlok 6,1%.

Sementara itu, peluncuran model kecerdasan buatan (AI) berbiaya rendah dari perusahaan China, DeepSeek, pada Januari lalu telah mendinginkan reli AI di Wall Street.

Selain itu, laporan analis yang menyebutkan bahwa Microsoft mungkin akan membatalkan beberapa sewa pusat data juga meningkatkan kekhawatiran terkait kapasitas berlebih di sektor AI.

Baca Juga: Wall Street Menguat, Proyeksi Kinerja Nvidia Redakan Kekhawatiran Permintaan AI

Dengan hasil dan prospek Nvidia yang gagal memenuhi ekspektasi tinggi investor, sahamnya kini telah turun hampir 20% dari harga penutupan tertingginya pada 6 Januari.

"Laporan keuangan Nvidia cukup baik, tetapi tidak seperti laporan blockbuster yang mereka berikan sebelumnya," kata Scott Welch, kepala investasi di Certuity.

Sementara saham teknologi melemah, sektor lainnya justru mencatatkan kenaikan. Indeks energi S&P naik 0,5%, seiring dengan melonjaknya harga minyak mentah setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan izin operasi perusahaan minyak raksasa Chevron di Venezuela.

Sentimen investor juga tertekan oleh data yang menunjukkan klaim pengangguran meningkat lebih dari yang diperkirakan dalam pekan sebelumnya, serta laporan lain yang menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi melambat pada kuartal keempat.

Data ekonomi yang dirilis dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan tanda-tanda perlambatan ekonomi, yang menyebabkan ketiga indeks utama AS berada di jalur penurunan bulanan.

"Saat ini kita melihat ketakutan akan inflasi bergeser menjadi ketakutan akan perlambatan pertumbuhan, dan hal itu menyebabkan saham bergerak stagnan atau bahkan menurun," kata Michael Green, kepala analis di Simplify Asset Management di Philadelphia.

Di bidang perdagangan, Trump mengusulkan tarif "resiprokal" sebesar 25% untuk mobil Eropa dan barang lainnya. Ia juga menegaskan bahwa tarif impor terhadap Meksiko dan Kanada akan mulai berlaku pada Selasa.

Investor kini menantikan data Personal Consumption Expenditure (PCE) bulanan, yang merupakan indikator inflasi pilihan Federal Reserve, yang akan dirilis pada Jumat.

Para pedagang memperkirakan The Fed akan menurunkan suku bunga setidaknya sebesar 50 basis poin sebelum akhir tahun, menurut data yang dikumpulkan oleh LSEG.

Di sektor korporasi, saham Salesforce anjlok 4% setelah perusahaan perangkat lunak bisnis tersebut memberikan perkiraan pendapatan fiskal 2026 yang di bawah ekspektasi.

Baca Juga: S&P 500 dan Nasdaq Ditutup Nyaris Stagnan, Investor Menanti Laporan Nvidia

Pergerakan saham lainnya

Saham Snowflake melonjak 4,5% setelah perusahaan analitik data itu memproyeksikan pendapatan produk fiskal 2026 yang lebih tinggi dari perkiraan.

Saham Viatris merosot 15% setelah perusahaan farmasi itu memberikan prospek tahunan yang suram.

Sebaliknya, saham Warner Bros Discovery naik 4,8% setelah perusahaan mengatakan bahwa mereka mengharapkan keuntungan dari layanan streamingnya meningkat dua kali lipat tahun ini.

Selanjutnya: Prakiraan Cuaca Daerah Khusus Jakarta Terbaru: Lengkap 6 Wilayah

Menarik Dibaca: 4 Tips Ampuh Mempercepat Metabolisme Tubuh, Salah Satunya Minum Air Putih

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Mastering Finance for Non Finance Entering the Realm of Private Equity

[X]
×