Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup hampir stagnan pada perdagangan Rabu (26/2), dengan S&P 500 dan Nasdaq hanya mencatat perubahan tipis. Investor bersikap hati-hati menjelang laporan keuangan Nvidia, yang diperkirakan akan menjadi indikator utama bagi sektor kecerdasan buatan.
Mengutip Reuters, indeks S&P 500 naik tipis 1,33 poin atau 0,02% menjadi 5.956,58, sementara Nasdaq Composite menguat 48,86 poin atau 0,26% ke level 19.075,25. Sebaliknya, Dow Jones Industrial Average melemah 175,82 poin atau 0,40% ke posisi 43.445,34.
Indeks sempat melemah pada sesi perdagangan sore setelah investor mencermati pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai kebijakan tarif.
Baca Juga: Nasdaq Pimpin Kenaikan Wall Street pada Rabu (26/2), Nvidia Jadi Sorotan
Trump mengumumkan bahwa pemerintahannya akan segera memberlakukan tarif impor sebesar 25% terhadap produk dari Uni Eropa.
Selain itu, ia mengindikasikan kemungkinan penundaan penerapan tarif baru yang tinggi untuk barang impor dari Meksiko dan Kanada. Tarif ini dijadwalkan berlaku pada 2 April, sekitar satu bulan lebih lambat dari tenggat waktu sebelumnya.
Saham Nvidia menguat, mendorong kenaikan pada indeks semikonduktor. Namun, pergerakan positif di sektor teknologi tersebut diimbangi oleh penurunan di sektor perawatan kesehatan, kebutuhan pokok konsumen, dan beberapa sektor lainnya.
Pasar kini menantikan laporan keuangan Nvidia serta pernyataan manajemen perusahaan setelah perdagangan ditutup.
Hasil ini dianggap krusial karena akan memberikan gambaran mengenai prospek industri AI, terutama setelah peluncuran model AI berbiaya rendah DeepSeek, perusahaan asal China, yang mengguncang pasar pada Januari lalu.
Baca Juga: Wall Street Menguat, Investor Menanti Rilis Laporan Kinerja Nvidia
Daniel Morgan, manajer portofolio di Synovus Trust, menyatakan bahwa setiap komentar positif dari Nvidia mengenai permintaan AI berpotensi mengangkat saham perusahaan yang berinvestasi besar dalam teknologi ini. "Laporan Nvidia telah menjadi yang paling dinantikan di sektor teknologi," ujarnya.
Hasil Nvidia dirilis di tengah musim laporan keuangan yang lebih baik dari perkiraan bagi perusahaan-perusahaan dalam indeks S&P 500. Tom Hainlin, ahli strategi investasi senior di U.S. Bank, menyebut bahwa periode ini menunjukkan tren yang cukup positif bagi pasar.
Jajak pendapat Reuters menunjukkan bahwa para analis masih memperkirakan S&P 500 akan naik sekitar 9% hingga akhir 2025, meskipun volatilitas pasar diperkirakan akan tetap tinggi.
Sejumlah data ekonomi yang dirilis sejak pekan lalu, termasuk laporan sentimen konsumen yang lemah pada Selasa, mengindikasikan potensi perlambatan ekonomi AS di tengah inflasi yang masih bertahan. Situasi ini membuat investor tetap waspada terhadap arah pergerakan pasar ke depan.
Baca Juga: Bursa Asia-Pasifik Dibuka Beragam Usai Penurunan Indeks Utama Wall Street
Sementara itu, saham Intuit melonjak setelah perusahaan pembuat TurboTax tersebut memperkirakan pendapatan kuartal ketiga akan melampaui estimasi Wall Street.
Selanjutnya: J Trust Bank Laporkan Fintech Crowde Karena Dugaan Penggelapan Dana Kredit
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News