kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.622.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 18.035   52,00   0,29%
  • IDX 6.186   -10,65   -0,17%
  • KOMPAS100 807   -4,25   -0,52%
  • LQ45 613   -2,23   -0,36%
  • ISSI 214   -0,32   -0,15%
  • IDX30 345   -1,11   -0,32%
  • IDXHIDIV20 427   -1,32   -0,31%
  • IDX80 92   -0,44   -0,48%
  • IDXV30 116   -0,47   -0,40%
  • IDXQ30 110   -0,53   -0,47%

Wall Street Ditutup Bervariasi: Pasar Menanti Data Kinerja Perusahaan Teknologi


Selasa, 28 Juli 2026 / 05:04 WIB
Wall Street Ditutup Bervariasi: Pasar Menanti Data Kinerja Perusahaan Teknologi
ILUSTRASI. Senin (27/7/2026), Indeks S&P 500 ditutup naik tipis 0,02%, indeks Nasdaq Composite melemah 0,18% dan indeks Dow Jones menguat 0,51%. (REUTERS/Brendan McDermid)


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Wall Street berakhir beragam di awal pekan ini, karena investor menantikan panduan dari perusahaan-perusahaan teknologi besar dalam minggu yang sibuk untuk merilis kinerja triwulanan. Di sisi lain, pasar juga khawatir bahwa harga minyak yang tetap tinggi dapat memaksa Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga.

Senin (27/7/2026), Indeks S&P 500 ditutup naik tipis 0,02% menjadi 7.413,18, indeks Nasdaq Composite melemah 0,18% ke 24.932,08 dan indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,51% menjadi 52.210,08.

Tujuh dari 11 indeks sektoral di S&P 500 naik, dipimpin oleh sektor barang konsumsi pokok yang melonjak 1,58%, diikuti oleh kenaikan 1,25% di sektor teknologi informasi.

Microsoft, Amazon, Meta, dan Apple dijadwalkan untuk melaporkan hasil kinerja kuartalan di minggu ini. Investor mempertanyakan apakah reli multi-tahun yang dipicu oleh optimisme tentang kecerdasan buatan mungkin mulai kehilangan momentum.

Baca Juga: Rebalancing Kompas100: Saham Komoditas dan Perbankan Dinilai Paling Diuntungkan

Pekan lalu, investor dikejutkan oleh hasil kinerja kuartalan dari Tesla dan Alphabet yang menunjukkan pengeluaran besar untuk kecerdasan buatan.

Pada sesi ini, saham Walmart naik 2,1%, Microsoft bertambah 1,9%, dan Johnson & Johnson naik 1%, ketiganya membantu menjaga S&P 500 tetap di wilayah positif.

Pada hari Senin, harga minyak mentah turun ke level terendah dalam seminggu karena Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington sedang melakukan "pembicaraan yang baik" dengan Iran dan ada kemungkinan kesepakatan damai, tetapi memperingatkan serangan AS akan dilanjutkan jika negosiasi gagal membuahkan hasil.

Harga minyak melonjak pekan lalu, dengan harga Brent berjangka tembus ke atas US$ 100 per barel, setelah serangan baru terhadap pengiriman di Timur Tengah.

Indeks chip PHLX memperpanjang penurunan tajamnya baru-baru ini, turun 2,2%. Indeks ini turun 21% dari penutupan tertinggi sepanjang masa pada 22 Juni dan tetap naik 63% pada tahun 2026.

Debut gemilang produsen chip China, CXMT Corp, pada hari Senin dan laporan bahwa negara tersebut telah mulai memproduksi alat pembuatan chip DUV buatan dalam negeri juga menandakan persaingan yang semakin ketat untuk industri semikonduktor AS.

"Hari ini merupakan kelanjutan dari rotasi pasar yang telah kita saksikan," kata Bill Merz, kepala riset pasar modal dan konstruksi portofolio di U.S. Bank Asset Management Group. "Sebagian dari reaksi pasar mungkin terkait dengan kecurigaan yang muncul bahwa mungkin kenaikan suku bunga akan segera terjadi."

Harga minyak mentah Brent merosot 8% menjadi sekitar $89 per barel setelah Washington tiba-tiba menangguhkan kampanye serangan udara selama dua minggu terhadap Iran pada hari Sabtu, dalam perubahan strategi terbaru Trump dalam konflik yang telah berlangsung selama lima bulan.

Baca Juga: Semen Indonesia (SMGR) Catat Pertumbuhan Penjualan 5,6% pada Semester I-2026

Di sesi ini, saham perusahaan minyak turun. Saham Occidental Petroleum turun 4,1% dan Exxon Mobil ditutup melemah 1,4%.

Keputusan kebijakan moneter The Fed akan diumumkan pada hari Rabu dan para pedagang memperkirakan peluang 62% bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga tidak berubah, dengan peluang 38% untuk kenaikan 25 basis poin, menurut alat CME FedWatch.

Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi untuk bulan Juni akan dirilis sehari setelah keputusan bank sentral dan akan menjadi kunci dalam membentuk ekspektasi pasar terhadap suku bunga di akhir tahun ini.

Analis rata-rata memperkirakan laba agregat S&P 500 pada kuartal kedua akan melonjak 39% dari tahun lalu, dengan saham-saham terkait AI menyumbang sebagian besar pertumbuhan tersebut, menurut LSEG I/B/E/S.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×