kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Wall Street Dibuka Rontok Selasa (3/3), Konflik Timur Tengah Picu Ketakutan Inflasi


Selasa, 03 Maret 2026 / 22:18 WIB
Wall Street Dibuka Rontok Selasa (3/3), Konflik Timur Tengah Picu Ketakutan Inflasi
ILUSTRASI. Para pedagang bekerja di lantai bursa New York Stock Exchange (NYSE) di New York City, AS, 24 Februa (REUTERS/Jeenah Moon)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka melemah tajam pada Selasa (3/3/2026), seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap dampak konflik Timur Tengah terhadap inflasi dan perdagangan global.

Melansir Reuters pada pembukaan perdagangan, indeks Dow Jones Industrial Average turun 411,7 poin atau 0,84% ke level 48.493,11.

Indeks S&P 500 melemah 81,4 poin atau 1,18% ke 6.800,26, sementara Nasdaq Composite anjlok 456,5 poin atau 2,01% ke 22.292,37.

Baca Juga: BEI & KSEI Rilis Kepemilikan Saham Emiten di Atas 1%, Kepercayaan Asing Bisa Kembali?

Tekanan pasar dipicu oleh ancaman Teheran untuk menyerang kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz, ditambah penghentian produksi oleh sejumlah produsen minyak dan gas di Timur Tengah.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital yang dilalui sekitar seperlima konsumsi minyak dunia.

Lonjakan harga minyak mentah dan gas alam mendorong kenaikan tarif pengiriman global.

Sektor yang sensitif terhadap harga energi, seperti maskapai penerbangan dan pariwisata, kembali tertekan untuk hari kedua berturut-turut.

Saham maskapai Delta Air Lines turun sekitar 3,6%, sementara operator kapal pesiar Royal Caribbean merosot 4,3%.

Baca Juga: BEI dan OJK Kembali Bertemu MSCI, Bahas Reformasi Pasar Modal dan Kenaikan Free Float

Di sisi lain, saham sektor energi dan pertahanan justru menguat. Occidental Petroleum naik 2% dan Cheniere Energy melonjak 5,3%, sedangkan AeroVironment bertambah 5%.

“Ini adalah hari-hari yang tidak nyaman bagi para pengambil risiko. Untuk saat ini, energi adalah raja,” ujar Kathleen Brooks, Direktur Riset XTB.

Namun ia mengingatkan, lonjakan harga energi sangat merugikan ekonomi global dan menimbulkan tekanan di sektor lain.

Aksi jual terjadi secara luas, termasuk pada saham teknologi. Nvidia turun 2,6% dan Microsoft melemah 1,9% setelah mencatat kenaikan pada sesi sebelumnya.

Baca Juga: Investor Kripto Tembus 20,7 Juta, Transaksi Januari 2026 Turun


Tag


TERBARU

[X]
×