kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.623.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.032   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.236   49,76   0,80%
  • KOMPAS100 817   5,56   0,69%
  • LQ45 621   2,39   0,39%
  • ISSI 215   1,38   0,65%
  • IDX30 350   1,18   0,34%
  • IDXHIDIV20 430   0,35   0,08%
  • IDX80 93   0,50   0,54%
  • IDXV30 118   0,33   0,28%
  • IDXQ30 112   0,18   0,16%

Wall Street Dibuka Naik Jumat (31/7), Lonjakan Saham Amazon Redam Tekanan dari Apple


Jumat, 31 Juli 2026 / 20:57 WIB
Wall Street Dibuka Naik Jumat (31/7), Lonjakan Saham Amazon Redam Tekanan dari Apple
ILUSTRASI. Bursa Amerika Serikat (Wall Street) (REUTERS/Brendan McDermid)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada perdagangan Jumat (31/7/2026), didorong lonjakan saham Amazon setelah perusahaan membukukan pertumbuhan bisnis komputasi awan (cloud) yang kuat.

Kinerja tersebut membantu meredakan kekhawatiran investor mengenai besarnya investasi di bidang kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Baca Juga: Laba Emiten Properti Aguan Melonjak Ratusan Persen, Simak Rekomendasi dan Prospeknya

Melansir Reuters pada awal perdagangan, indeks Nasdaq Composite naik 218,5 poin atau 0,87% ke level 25.340,71. Sementara itu, S&P 500 menguat 24,5 poin atau 0,33% menjadi 7.462,13 dan Dow Jones Industrial Average naik 27 poin atau 0,05% ke posisi 52.235,03.

Penguatan Nasdaq terutama ditopang lonjakan saham Amazon sekitar 12% setelah perusahaan melaporkan pertumbuhan pendapatan kuartalan terbesar dalam lebih dari empat tahun.

Kinerja tersebut mengikuti hasil positif yang sebelumnya dibukukan Microsoft dan Alphabet, sehingga meningkatkan keyakinan investor bahwa investasi besar pada AI mulai menghasilkan pertumbuhan bisnis.

"Amazon menunjukkan dengan sangat jelas bahwa bisnis layanan web atau AI menjadi penggerak utama pertumbuhan perusahaan," kata Chief Executive Officer 50 Park Investments Adam Sarhan.

Baca Juga: IHSG Naik 0,80% ke 6.236, Cermati Saham yang Banyak Diborong Asing, Jumat (31/7)

Menurutnya, investor saat ini lebih fokus pada prospek pertumbuhan dibanding penurunan arus kas bebas (free cash flow). Jika pertumbuhan terus berlanjut, dampak penurunan arus kas dinilai dapat terkompensasi.

Meski demikian, optimisme pasar tertahan oleh pelemahan saham Apple yang turun sekitar 7,8% pada perdagangan pra-pasar.

Apple memperingatkan bahwa keterbatasan pasokan komponen akan menghambat pertumbuhan penjualan, sehingga investor mulai mempertimbangkan dampak kenaikan harga iPhone yang diperkirakan terjadi di tengah kendala pasokan.

Saham Microsoft terkoreksi tipis 0,1% setelah mencatat kenaikan harian terbesar sepanjang sejarah perusahaan pada sesi sebelumnya. Sementara itu, Alphabet, Meta, dan Tesla masing-masing naik sekitar 1%.

Baca Juga: Indofood (INDF) Raih Pendapatan Rp 65,53 Triliun pada Semester I-2026

Di sektor semikonduktor, Nvidia menguat 0,8% dan Micron Technology naik 3,6%.

Meski ketiga indeks utama Wall Street berada di jalur mencatat kenaikan mingguan berkat reli dalam dua hari terakhir, secara bulanan ketiganya masih berpotensi membukukan pelemahan setelah aksi jual saham-saham AI sepanjang Juli.

Indeks Philadelphia Semiconductor bahkan masih turun lebih dari 20% sepanjang Juli, yang berpotensi menjadi penurunan bulanan terbesar sejak krisis keuangan global pada akhir 2008.

Global Head of Multi-Asset AXA Investment Managers Laurent Clavel menilai, aksi jual besar-besaran terhadap saham AI telah meredakan posisi pasar yang terlalu padat.

"Memasuki Agustus, kami mulai kembali membeli saat harga melemah dan kembali membangun eksposur terhadap tema AI," ujarnya.

Pelaku pasar juga masih mencermati arah kebijakan moneter AS setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuannya pada pekan ini.

Baca Juga: Penjualan Indofood CBP (ICBP) Tumbuh 11% pada Semester I-2026

Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang bank sentral AS kembali menahan suku bunga pada pertemuan September kini mencapai sekitar 35%, meningkat dari sekitar 18% pada pekan lalu.

Di sisi lain, saham Monolithic Power Systems melonjak 11% setelah memproyeksikan pendapatan kuartal ketiga di atas ekspektasi analis. Sebaliknya, saham GoDaddy anjlok 16% setelah memangkas proyeksi pendapatan tahunan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Video Terkait



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×