Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Bursa saham Amerika Serikat (Wall Street) dibuka menguat pada perdagangan Jumat (29/5/2026), melanjutkan rekor penutupan tertinggi pada sesi sebelumnya.
Sentimen pasar didorong optimisme terhadap perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan harapan tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Baca Juga: Jelang Skema Ekspor Satu Pintu, CGS Sarankan Investor Pilih Saham Migas, Emas & Nikel
Melansir Reuters pada pembukaan perdagangan, indeks Dow Jones Industrial Average naik 104,9 poin atau 0,21% menjadi 50.773,91.
Indeks S&P 500 menguat 15,7 poin atau 0,21% ke level 7.579,33, sedangkan Nasdaq Composite bertambah 43,4 poin atau 0,16% menjadi 26.960,84.
Reuters melaporkan bahwa Washington dan Teheran telah menyepakati perpanjangan gencatan senjata serta pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Namun, Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut belum memberikan persetujuan final atas kesepakatan tersebut.
Baca Juga: Asing Net Sell Rp 8,54 Triliun di Akhir Mei 2026, Cek Saham yang Banyak Dilego
“Pasar menutup Mei dengan kecenderungan risk-on, didorong antusiasme terhadap AI, penurunan harga minyak, dan meningkatnya ekspektasi bahwa ketegangan AS-Iran dapat tetap terkendali melalui kerangka gencatan senjata yang diperpanjang,” ujar Kepala Strategi Makro Pasar BNY Bob Savage.
Meski demikian, ia menilai bank sentral global masih fokus terhadap risiko inflasi.
Pejabat Federal Reserve dan Bank Sentral Eropa (ECB) dinilai tetap mewaspadai potensi guncangan pasokan dan tingginya ekspektasi inflasi yang dapat mempertahankan peluang kenaikan suku bunga.
Data ekonomi AS yang dirilis Kamis (28/5) menunjukkan inflasi naik pada laju tercepat dalam tiga tahun terakhir pada April.
Sementara itu, pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) kuartal I-2026 direvisi turun menjadi 1,6% secara tahunan.
Baca Juga: Harga Minyak Anjlok Hampir 2%, Pasar Tunggu Kesepakatan Gencatan Senjata AS–Iran
Di sisi korporasi, saham Dell Technologies melonjak 33,6% pada perdagangan pra-pasar setelah perusahaan menaikkan proyeksi pendapatan dan laba tahunan, didorong tingginya permintaan server berbasis AI.
Kenaikan Dell turut mengangkat saham perusahaan sejenis. Hewlett Packard Enterprise menguat 12,4%, sedangkan Super Micro Computer naik 7,7%.
Secara mingguan, indeks S&P 500 berpotensi mencatat kenaikan selama sembilan pekan berturut-turut, menjadi reli terpanjang sejak Desember 2023.
Dow Jones dan Nasdaq juga diperkirakan mengakhiri pekan di zona hijau dan mencatat kenaikan bulanan kedua secara beruntun.
Pelaku pasar kini menantikan pidato sejumlah pejabat The Fed, termasuk Anna Paulson, Neel Kashkari, dan Mary Daly, untuk mencari petunjuk arah kebijakan moneter selanjutnya.
Baca Juga: Harga Emas Mulai Naik, Simak Strategi Investasi Emas Fisik dan Digital
Di sisi lain, saham Gap anjlok 15,5% setelah perusahaan ritel pakaian itu memangkas proyeksi penjualan tahunan.
Sementara saham American Eagle Outfitters turun 11,4% usai mempertahankan proyeksi penjualan tahunan tanpa perubahan.
Adapun saham Okta melonjak 10,3% setelah perusahaan layanan verifikasi identitas digital tersebut membukukan pendapatan kuartal pertama di atas ekspektasi pasar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













