kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Wall Street Dibuka Menguat, S&P 500 Naik 0,89% Usai Data Tenaga Kerja AS


Jumat, 02 Oktober 2026 / 21:04 WIB
Wall Street Dibuka Menguat, S&P 500 Naik 0,89% Usai Data Tenaga Kerja AS
ILUSTRASI. Wall Street - Bursa AS (REUTERS/Jeenah Moon)


Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada Jumat (2/10/2026), setelah laporan ketenagakerjaan yang lebih lemah dari perkiraan memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), akan mempertahankan suku bunga pada bulan ini.

Data tersebut juga mendorong penurunan imbal hasil (yield) US Treasury, sehingga meningkatkan sentimen investor. Penurunan harga minyak turut memberikan dukungan bagi pasar saham AS.

Pada pembukaan perdagangan, Dow Jones Industrial Average naik 340,08 poin atau 0,67% menjadi 51.266,64.

Sementara itu, S&P 500 bertambah 68,27 poin atau 0,89% ke level 7.734,72. Adapun Nasdaq Composite menguat 341,47 poin atau 1,27% menjadi 27.216,91.

Baca Juga: Adhi Karya (ADHI) Lepas Saham 2 Anak Usaha, Kembali Fokus ke Bisnis Konstruksi

Pergerakan tersebut terjadi setelah laporan tenaga kerja AS menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja yang lebih lemah dari ekspektasi. Investor kemudian meningkatkan perhatian terhadap kemungkinan The Fed mempertahankan tingkat suku bunga pada pertemuan kebijakan moneter bulan ini.

Prospek suku bunga yang lebih stabil turut menekan yield Treasury. Kondisi ini cenderung mendukung aset berisiko seperti saham karena biaya pendanaan dan tingkat diskonto diperkirakan lebih rendah.

Di sisi lain, harga minyak yang lebih rendah juga membantu memperbaiki sentimen pasar karena dapat mengurangi tekanan terhadap biaya energi dan inflasi.

Dengan demikian, investor Wall Street merespons kombinasi data tenaga kerja yang lebih lemah, penurunan yield obligasi pemerintah AS, serta harga minyak yang lebih rendah dengan mendorong indeks-indeks utama ke zona positif pada awal perdagangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Video Terkait



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×