Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Wall Street dibuka cenderung menguat dengan dua dari tiga indeks utama menanjak di awal perdagangan sesi ini. Kenaikan di bursa saham Amerika Serikat (AS) ini sejalan dengan kenaikan saham chip membantu mengimbangi kegelisahan geopolitik yang kembali muncul setelah pertukaran serangan baru mengancam akan memperpanjang konflik AS-Iran dan membuat pasar tetap bergejolak.
Kamis (9/7/2026) pukul 20.45 WIB, indeks Dow Jones Industrial Average dibuka turun 98,9 poin atau 0,19% menjadi 52.249,44, indeks S&P 500 dibuka naik 8,9 poin atau 0,12% ke 7.491,6 dan indeks Nasdaq Composite menguat 47,7 poin, atau 0,18%, menjadi 25.918,311 pada pembukaan perdagangan.
Sentimen bagi bursa saham AS datang setelah militer AS melancarkan serangan baru terhadap Iran untuk menjaga agar Selat Hormuz tetap terbuka bagi pelayaran. Iran menanggapi dengan serangan terhadap aset AS di Kuwait dan Bahrain.
Presiden Donald Trump, yang telah memperingatkan bahwa gencatan senjata sementara telah "berakhir," juga meredakan beberapa kekhawatiran pasar dan mengatakan bahwa ia tidak mengharapkan kembalinya perang skala penuh meskipun terjadi kegagalan gencatan senjata.
Baca Juga: Bangun Kosambi Sukses (CBDK) Suntik Modal ke Anak Usaha, Simak Prospek Kinerjanya
Sementara itu, saham-saham chip memberikan dukungan, melanjutkan pemulihan mereka dari sesi sebelumnya. ETF iShares Semiconductor naik 4,4% dalam perdagangan pra-pasar.
Namun demikian, sentimen terhadap saham-saham terkait AI telah berada di bawah tekanan dalam beberapa sesi terakhir di tengah kekhawatiran tentang keberlanjutan reli yang telah membantu mendorong kenaikan Wall Street tahun ini, sementara ketegangan di Timur Tengah terus membara di latar belakang.
Saham IBM dan Microsoft masing-masing turun 4,5% dan 1,5%. Sebuah laporan mengatakan Starbucks telah memanfaatkan AI untuk mengurangi ketergantungannya pada kedua perusahaan tersebut.
Saham perangkat lunak lainnya juga merosot, dengan ServiceNow dan Adobe masing-masing turun 4,3% dan 3,5%.
Meta Platforms turun 4% setelah Reuters, mengutip memo internal, melaporkan bahwa perusahaan tersebut berencana untuk membuat chip kecerdasan buatan mulai September.
Ketegangan yang kembali meningkat antara AS dan Iran memaksa investor saham untuk menilai kembali optimisme baru-baru ini bahwa resolusi akhir dapat mendukung aset berisiko. S&P 500 dan Dow mengakhiri sesi Rabu dengan penurunan, sementara Nasdaq mencatatkan kenaikan tipis.
Dari sisi data, jumlah warga Amerika yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran turun minggu lalu, menunjukkan pasar tenaga kerja tetap stabil meskipun terjadi perlambatan pertumbuhan lapangan kerja pada bulan Juni.
Baca Juga: Simak Rekomendasi Saham BBCA, HRTA, dan ESSA untuk Jumat (10/7)
Di bawah Ketua baru, Kevin Warsh, Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga tidak berubah pada pertemuan Juni, tetapi risalah yang dirilis pada hari Rabu menunjukkan beberapa pembuat kebijakan melihat alasan untuk menaikkan biaya pinjaman sebelum akhirnya setuju untuk mempertahankan suku bunga tetap.
Para pedagang memperkirakan setidaknya satu kenaikan suku bunga 25 basis poin pada akhir tahun, menurut data LSEG.
Saham Levi Strauss turun 4%, bahkan setelah produsen denim tersebut menaikkan perkiraan penjualan tahunannya, sementara PepsiCo turun 2% meskipun raksasa makanan ringan dan soda tersebut melampaui perkiraan pendapatan kuartal kedua.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














