kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.818.000   -42.000   -1,47%
  • USD/IDR 17.130   16,00   0,09%
  • IDX 7.500   41,69   0,56%
  • KOMPAS100 1.037   8,08   0,79%
  • LQ45 746   -0,12   -0,02%
  • ISSI 272   3,24   1,21%
  • IDX30 399   -1,25   -0,31%
  • IDXHIDIV20 486   -4,46   -0,91%
  • IDX80 116   0,59   0,51%
  • IDXV30 135   0,10   0,08%
  • IDXQ30 128   -1,20   -0,93%

Wall Street Dibuka Melemah, Kegagalan Perundingan AS-Iran Mengguncang Investor


Senin, 13 April 2026 / 21:02 WIB
Wall Street Dibuka Melemah, Kegagalan Perundingan AS-Iran Mengguncang Investor
ILUSTRASI. Indeks utama Wall Street melemah pada awal perdagangan Senin (13/4/2026), setelah pembicaraan antara AS dan Iran gagal menghasilkan kesepakatan. (REUTERS/Brendan McDermid)


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Indeks utama Wall Street dibuka melemah pada awal perdagangan Senin (13/4/2026), setelah pembicaraan antara AS dan Iran akhir pekan lalu gagal menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri perang. Hal ini mengancam rebound di pasar saham dan berisiko memicu Kembali gejolak volatilitas.

Mengutip Reuters, pada bel pembukaan perdagangan, indeks Dow Jones Industrial Average turun 198,4 poin, atau 0,41%, ke level 47.718,21. Indeks S&P 500 turun 10,4 poin, atau 0,15%, ke level 6.806,47, sementara Indeks Nasdaq Composite turun 53,7 poin, atau 0,23% ke level 22.849,23.

Penurunan tersebut menunjukkan bahwa setiap keringanan dari gencatan senjata yang dicapai pekan lalu mungkin hanya sementara, menggarisbawahi risiko terlalu bergantung pada taruhan bullish ketika lingkungan geopolitik masih tidak pasti.

Baca Juga: Unilever Indonesia (UNVR) Buka Suara Soal Kabar Penjualan Lini Bisnis Jus Buavita

Indeks saham utama AS mencatat kenaikan untuk minggu kedua berturut-turut pada hari Jumat karena harapan bahwa pembicaraan damai di Pakistan akan membuahkan hasil.

Menambah keresahan, hanya beberapa jam lagi militer AS akan memulai blokade terhadap seluruh lalu lintas maritim yang masuk atau keluar dari pelabuhan dan wilayah pesisir Iran, dalam langkah yang bertujuan untuk meningkatkan tekanan pada Teheran.

Indeks Volatilitas Pasar CBOE, pengukur ketakutan pasar, naik menjadi 21,29 poin.

Pergeseran sentimen juga terlihat di kelas aset lainnya, dengan investor beralih ke dolar AS sebagai aset aman sambil mengurangi eksposur terhadap ekuitas di berbagai wilayah geografis.

Harga minyak melonjak kembali di atas US$ 100 per barel, memperburuk kekhawatiran inflasi setelah data pekan lalu menunjukkan bahwa lonjakan rekor biaya bensin dan solar memicu kenaikan harga konsumen AS terbesar dalam hampir empat tahun pada bulan Maret.

Baca Juga: Negosiasi AS–Iran Gagal, Rupiah Masih Dibayangi Volatilitas

“Kita kembali berada dalam ranah berbagai kemungkinan hasil yang masuk akal, mulai dari putaran negosiasi lain selama gencatan senjata yang tidak merata... hingga dimulainya kembali permusuhan sepenuhnya,” kata Hasnain Malik, ahli strategi risiko geopolitik dan ekuitas pasar berkembang Tellimer.

Harapan akan perbaikan di bidang pendapatan pupus setelah saham Goldman Sachs turun 4,5% dalam perdagangan pre market, setelah hasil kuartalan bank tersebut.

Meskipun bank investasi tersebut melampaui perkiraan laba per saham, hal itu dilakukan dengan margin terkecil dalam hampir dua tahun.

"Kami tidak melihat pasar benar-benar terlalu memperhatikan hasil pendapatan yang melebihi ekspektasi. Dan itu semua karena prospek inflasi yang lebih tinggi, aktivitas ekonomi yang lebih lemah, dan The Fed yang mungkin terpaksa mempertahankan suku bunga tetap untuk waktu yang sangat lama," kata Peter Cardillo, kepala ekonom pasar di Spartan Capital Securities.

Fokus investor sekarang beralih ke komentar dari para eksekutif Goldman, yang akan dianalisis untuk mencari petunjuk tentang bagaimana konflik Timur Tengah, yang sekarang memasuki minggu ketujuh, berdampak pada ekonomi dan pasar modal.

Baca Juga: Alasan FTSE Russell Pertahankan Indonesia di Secondary Emerging Market

Saham pesaing Morgan Stanley, JPMorgan Chase, dan Citigroup masing-masing turun 2%, 1,9%, dan 1,8%.

Saham distributor perlengkapan industri Fastenal juga turun 3% setelah pengumuman pendapatan.

Saham-saham yang terkait dengan perjalanan turun, dengan maskapai penerbangan seperti Delta Air Lines dan JetBlue Airways masing-masing turun 2,7% dan 2,3%, karena kekhawatiran bahwa harga minyak yang lebih tinggi dapat mendorong kenaikan biaya bahan bakar.

Saham-saham energi naik, dengan Chevron, Exxon Mobil, dan ConocoPhillips masing-masing naik 1,9%, 2%, dan 2,3%.

Saham Sandisk naik 1,5% sebelum pasar dibuka karena produsen chip memori tersebut berada di jalur untuk bergabung dengan indeks Nasdaq-100 pada 20 April.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×