kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.882   6,00   0,03%
  • IDX 6.374   105,97   1,69%
  • KOMPAS100 836   13,50   1,64%
  • LQ45 634   8,05   1,29%
  • ISSI 220   3,58   1,65%
  • IDX30 354   2,96   0,84%
  • IDXHIDIV20 429   0,94   0,22%
  • IDX80 95   1,52   1,62%
  • IDXV30 118   0,42   0,35%
  • IDXQ30 112   0,52   0,46%

Wall Street dibuka dengan sinyal merah di New York


Rabu, 29 Mei 2013 / 20:55 WIB
ILUSTRASI. Marianna Resort yang dikembangkan Marclan International di kawasan Danau Toba.


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

LONDON. Wall Street memberikan sinyal merah pada transaksi perdagangan hari ini (29/5). Data Bloomberg menunjukkan, pada pukul 09.31 waktu New York, indeks Standard & Poor's 500 turun 0,6% menjadi 1.650,89. Penurunan juga terjadi pada indeks Dow Jones Industrial Average sebesar 0,4% menjadi 15.355,25.

Rupanya, penurunan bursa saham AS ini terkait dengan kecemasan investor bahwa the Federal Reserve akan memulai untuk mengurangi nilai program pembelian obligasi alias quantitative easing. Faktor lainnya adalah kenaikan tingkat yield surat utang AS.

"Adanya kenaikan pada yield surat utang AS yang kemudian membuat investor pasar saham menjadi cemas. Pada lelang surat utang kemarin, tingkat permintaan terlihat menurun karena investor cemas the Fed akan menghapus program QE," jelas Ioan Smith, strategist Knight Capital Europe Ltd di London.

Sekadar tambahan informasi, kemarin, indeks S&P 500 ditutup naik 0,6% dan indeks Dow Jones kembali mencetak rekor baru. Lonjakan pasar saham AS dipicu oleh data tingkat kepercayaan konsumen AS yang menanjak ke level tertinggi sejak 2008 lalu, serta kenaikan harga rumah ke level tertinggi dalam tujuh tahun terakhir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×