kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Wall Street bervariasi, pasar saham masuk periode volatilitas tinggi


Selasa, 22 September 2020 / 21:07 WIB
ILUSTRASI. Wall Street cenderung menguat pada perdagangan hari ini. Selasa (22/9), indeks S&P 500 menguat 0,54% ke 3.298.


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wall Street cenderung menguat pada perdagangan hari ini. Selasa (22/9) pukul 21.00 WIB, indeks S&P 500 menguat 0,54% ke 3.298.

Dow Jones Industrial Average turun 0,13% ke 27.114. Nasdaq Composite menguat 0,25% ke 10.805.

Penurunan Dow Jones disebabkan oleh ketidakpastian stimulus fiskal Amerika Serikat (AS). Bursa saham turun di awal pekan ini karena kekhawatiran lockdown baru di Eropa dan kebuntuan Kongres AS atas besara dan bentuk stimulus AS. 

Sedangkan indeks Nasdaq menguat setelah koreksi besar-besaran saham teknologi dalam beberapa waktu terakhir. "Hari ini merupakan semacam hari penilaian kembali ketika investor menilai apakah koreksi akan berlanjut," kata Sam Stovall, chief investment strategist CFRA kepada Reuters.

Baca Juga: Rupiah diperkirakan melemah lagi pada Rabu (23/9)

Investor bersiap masuk ke periode volatilitas pasar yang berlanjut akibat kondisi politik di AS. "Antara sekarang hingga waktu pemilihan 3 November akan banyak ketidakpastian sehingga banyak volatilitas dan transaksi jangka pendek," kata Stovall.

Hari ini, Gubernur Federal Reserve Jerome Powell akan datang ke Capitol Hill untuk menjawab pertanyaan parlemen dan kekhawatiran langkah-langkah stimulus bank sentral untuk menopang ekonomi sepanjang periode pandemi.

Baca Juga: IHSG tumbang lagi 1,31% ke 4.934 pada Selasa (22/9), asing masih mencetak net sell

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×