kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.790.000   -15.000   -0,53%
  • USD/IDR 16.909   -48,00   -0,28%
  • IDX 8.992   -18,15   -0,20%
  • KOMPAS100 1.239   1,44   0,12%
  • LQ45 875   3,69   0,42%
  • ISSI 330   0,16   0,05%
  • IDX30 448   2,63   0,59%
  • IDXHIDIV20 528   6,59   1,26%
  • IDX80 138   0,26   0,19%
  • IDXV30 146   2,21   1,53%
  • IDXQ30 144   1,54   1,08%

Wall Street Ditutup Naik Kamis (22/1), Terdorong Pelonggaran Tarif dan Data Positif


Jumat, 23 Januari 2026 / 05:04 WIB
Wall Street Ditutup Naik Kamis (22/1), Terdorong Pelonggaran Tarif dan Data Positif
ILUSTRASI. Wall Street (REUTERS/Brendan McDermid)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Indeks-indeks utama Wall Street ditutup menguat pada Kamis (22/1/2026), mencatat kenaikan untuk hari kedua berturut-turut, seiring investor kembali memborong saham setelah Presiden AS Donald Trump mencabut ancaman tarif terhadap sekutu Eropa dan data ekonomi menunjukkan ketahanan ekonomi Amerika Serikat (AS).

Melansir Reuters, Indeks Dow Jones Industrial Average naik 306,78 poin atau 0,63% ke level 49.384,01. S&P 500 menguat 37,73 poin atau 0,55% ke 6.913,35, sementara Nasdaq Composite melonjak 211,20 poin atau 0,91% ke 23.436,02.

Penguatan ini terjadi sehari setelah S&P 500 mencatat kenaikan persentase harian terbesar dalam dua bulan.

Baca Juga: Cek Saham Net Buy Terbesar Asing Saat IHSG Terkoreksi 2 Hari Beruntun, Kamis (22/1)

Saat itu, Trump mundur dari rencana penerapan tarif sebagai alat tekanan untuk merebut Greenland dan menyatakan kerangka kesepakatan untuk mengakhiri sengketa wilayah Denmark tersebut sudah “di depan mata”.

Investor dengan cepat kembali masuk ke pasar saham setelah manuver balik arah Trump pada Rabu.

Meski begitu, dua hari penguatan ini belum sepenuhnya menutup kerugian yang dialami tiga indeks utama AS pada Selasa, ketika ancaman tarif Trump mengguncang pasar global.

Secara mingguan, S&P 500 dan Nasdaq Composite masih turun 0,4%, sementara Dow Jones Industrial Average relatif stagnan.

“Sangat aneh bangun setiap hari sebagai manajer investasi tanpa tahu apakah hari itu seperti pagi Natal atau Jumat tanggal 13,” ujar Gregg Abella, CEO Investment Partners Asset Management.

Baca Juga: Asing Net Sell Jumbo Rp 1,3 Triliun, Cek Saham yang Banyak Dilego, Kamis (22/1)

Menurut Abella, isu geopolitik membuat pengelolaan portofolio klien semakin menantang di tengah volatilitas, sekaligus menegaskan pentingnya diversifikasi lintas saham, sektor, dan kelas aset.

Mencerminkan meningkatnya selera risiko investor, indeks saham berkapitalisasi kecil Russell 2000 naik 0,8% dan ditutup di level tertinggi sepanjang masa.

Musim Laba Jadi Ujian

Musim laporan keuangan mulai memanas dan berpotensi menguji sentimen pasar, seiring perusahaan memaparkan dampak permintaan konsumen, tekanan biaya, serta kondisi makroekonomi yang bergejolak terhadap kinerja akhir tahun mereka.

Sejumlah saham “Magnificent Seven” dijadwalkan melaporkan kinerja pekan depan. Mengingat bobotnya yang besar dalam indeks, kinerja dan prospek emiten-emiten ini akan sangat memengaruhi arah pasar secara keseluruhan, terutama untuk menilai apakah kisah pertumbuhan yang menopang valuasi tinggi mereka masih berlanjut.

Baca Juga: Saham-Saham Konglomerasi Ini Berpeluang Jadi Primadona pada 2026

Ketujuh saham tersebut menguat pada Kamis, dipimpin Meta yang melonjak 5,7% dan Tesla yang naik 4,2%.

Saham perbankan secara umum tampil positif seiring rilis laporan keuangan. Namun, Huntington Bancshares anjlok 6% setelah laporan kuartal IV terbebani biaya terkait akuisisi terbaru.

Beberapa bank regional besar juga terkoreksi, dengan Fifth Third Bancorp turun 3,7% dan Regions Financial melemah 1,3%.

Procter & Gamble naik 2,6% usai merilis kinerja kuartalan. Sementara itu, Intel yang melaporkan kinerja setelah penutupan pasar naik tipis 0,1% dan membawa kenaikan sepanjang 2026 menjadi 47,2%.

Sebaliknya, Abbott ambles 10%, penurunan harian terbesar sejak 2002, setelah produsen alat kesehatan tersebut memproyeksikan laba kuartal berjalan di bawah ekspektasi pasar.

GE Aerospace turun 7,4% meski memproyeksikan laba tahunan di atas perkiraan analis.

Produsen saus pedas Cholula, McCormick, merosot 8,1% setelah memprediksi laba tahunan 2026 yang lemah akibat kenaikan biaya terkait tarif dan input lainnya.

Baca Juga: Wall Street Menguat Didukung Pelonggaran Tarif, Investor Cermati Data Ekonomi AS

Data Ekonomi Jadi Sorotan

Data ekonomi terbaru turut menopang sentimen positif pasar.

Belanja konsumen AS meningkat solid pada November dan Oktober, sehingga ekonomi diperkirakan tetap berada di jalur pertumbuhan kuat untuk kuartal ketiga berturut-turut, berdasarkan indeks pengeluaran konsumsi pribadi (PCE).

Data terpisah menunjukkan klaim awal tunjangan pengangguran negara bagian meningkat lebih rendah dari perkiraan pekan lalu.

Selain itu, ekonomi AS tercatat tumbuh 4,4% pada kuartal III 2025, sedikit lebih tinggi dari estimasi sebelumnya.

Selanjutnya: Promo JSM Hypermart 23-26 Januari 2026, Aneka Ikan Diskon 50% & Beli 1 Gratis 1

Menarik Dibaca: Promo JSM Hypermart 23-26 Januari 2026, Aneka Ikan Diskon 50% & Beli 1 Gratis 1

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×