Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Jersey sepak bola kini tak lagi sekadar menjadi atribut pendukung tim favorit.
Di kalangan kolektor, jersey juga dipandang sebagai aset koleksi yang memiliki potensi kenaikan nilai, terutama jika memiliki nilai sejarah, kelangkaan, hingga berkaitan dengan momen-momen penting dalam dunia sepak bola.
Perhatian terhadap nilai investasi jersey kembali mencuat setelah jersey yang dikenakan legenda Brasil, Pele, pada final Piala Dunia 1958 terjual hingga US$ 4,9 juta dalam lelang Sotheby's baru-baru ini.
Transaksi tersebut menjadikannya kaus sepak bola memorabilia termahal kedua yang terjual di lelang setelah hasil lelang jersey senilai US$ 9,3 juta yang dibayarkan pada tahun 2022 untuk kaus yang dikenakan Diego Maradona ketika ia mencetak gol "Tangan Tuhan" saat Argentina melawan Inggris di Piala Dunia 1986.
Baca Juga: Jersey Bola Bisa Jadi Alternatif Investasi, Ini Faktor Penentu Harganya
Salah satu kolektor jersey, Bekti Adi Nugroho, mengatakan tingginya harga sebuah jersey tidak terlepas dari nilai historis yang dimilikinya.
Menurutnya, jersey yang digunakan dalam pertandingan bersejarah, terlebih dikenakan pemain legendaris yang menentukan jalannya laga, akan memiliki nilai koleksi yang sangat tinggi.
"Sangat bisa, apalagi kalau punya nilai historis tinggi seperti final Piala Dunia yang dimenangkan dan dipakai oleh pemain legendaris yang mencetak gol kemenangan seperti Pele," ujar Bekti kepada Kontan, Sabtu (18/7/2026).
Bekti mengungkapkan, pasar koleksi jersey di Indonesia sempat mengalami lonjakan pada 2024 hingga 2025. Meski demikian, minat mulai melandai, kecuali terhadap jersey yang berkaitan dengan kontestan Piala Dunia 2026.
Bekti juga mengatakan, bukan hanya jersey match worn, tetapi jersey original yang dijual di pasaran, baik versi replica maupun authentic, juga tetap memiliki nilai koleksi dan berpotensi mengalami kenaikan harga.
Baca Juga: Piala Dunia Jadi Momentum, Harga Jersey Bola Bisa Melonjak
"Jersey replica maupun authentic tetap mempunyai value tersendiri, apalagi yang langka seperti jersey Norwegia, Curacao dan sebagainya. Prestasi negara peserta Piala Dunia juga berpengaruh terhadap nilai jersey original mereka," katanya.
Menurut Bekti, harga sebuah jersey juga dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari usia, tingkat kelangkaan, kondisi keaslian, edisi pertandingan, hingga keberadaan tanda tangan pemain.
Saat ini, ia melihat signed jersey dan match worn jersey masih menjadi buruan utama para kolektor. Momentum Piala Dunia juga dinilai mampu meningkatkan permintaan sehingga jersey tertentu lebih mudah dijual dengan harga yang lebih tinggi.
"Di tengah momentum Piala Dunia tentu saja jersey semakin diburu dan lebih mudah dijual dengan harga tinggi, dengan catatan memiliki kelangkaan dan didukung prestasi tim negara tersebut," ujarnya.
Bekti sendiri telah mengoleksi jersey sejak 2012. Hingga kini, koleksinya memiliki kisaran nilai mulai dari ratusan ribu rupiah hingga jutaan rupiah per jersey, tergantung jenis dan kelangkaannya.
Sementara itu, kolektor jersey lainnya, Bani Maryanto, menyebut jersey layak dipertimbangkan sebagai salah satu instrumen investasi alternatif. Ini sebab, biaya perawatan yang relatif rendah menjadi salah satu keunggulan dibandingkan aset koleksi lainnya.
"Sebagai instrumen investasi setuju banget, karena perawatan mudah dan tak ada biaya pemeliharaan. Faktor yg menentukan kenaikan jersey biasanya banyak dipengaruhi kelangkaan dan demand-nya tinggi. Kain vintage jadi salah satu opsi buat incaran karena usianya sudah lama," ujar Bani.
Bani juga mengungkapkan, saat ini jersey Timnas Norwegia menjadi salah satu yang paling banyak dicari saat ini karena permintaannya tinggi, sementara stoknya relatif terbatas. Ia memperkirakan jersey tim yang keluar sebagai juara Piala Dunia juga akan mengalami lonjakan permintaan.
"Kalau untuk Piala Dunia ini harus pintar-pintar membaca market. Permintaan tinggi dan stok langka pasti harga bisa naik gila-gilaan. Sementara jersey Norwegia masih banyak permintaan dan sulit dicari," pungkas Bani.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
