kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.612.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 17.983   12,00   0,07%
  • IDX 6.196   -118,88   -1,88%
  • KOMPAS100 811   -18,90   -2,28%
  • LQ45 615   -12,33   -1,97%
  • ISSI 214   -4,08   -1,87%
  • IDX30 346   -6,54   -1,86%
  • IDXHIDIV20 428   -6,37   -1,47%
  • IDX80 93   -2,15   -2,27%
  • IDXV30 117   -1,73   -1,46%
  • IDXQ30 111   -1,86   -1,65%

Wah, jurang harga platinum dan emas semakin besar!


Kamis, 14 Februari 2013 / 06:52 WIB
ILUSTRASI. Promo Indomaret Super Hemat Periode 6-12 Oktober 2021


Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

NEW YORK. Harga platinum kembali menanjak untuk hari kedua. Kondisi itu menyebabkan harga platinum lebih mahal dibanding harga emas. Bahkan perbedaan harga antara dua komoditas ini merupakan yang terbesar dalam 17 bulan terakhir.

Data yang dihimpun Bloomberg menunjukkan, pada pukul 13.10 waktu New York, harga kontrak platinum untuk pengantaran April naik 0,7% menjadi US$ 1.729,70 per troy ounce di New York Mercantile Exchange. Itu artinya, harga logam ini sudah melonjak sebesar 12% di sepanjang 2012.

Sedangkan harga kontrak paladium untuk pengantaran Maret naik 0,1% menjadi US$ 772,05 per troy ounce, setelah sebelumnya sempat bertengger di posisi US$ 777,60 per troy ounce. Ini merupakan level tertinggi sejak 6 September 2011 lalu.

Kenaikan harga platinum dipicu oleh kecemasan investor terhadap suplai platinum setelah pemerintah Zimbabwe menguasai lahan perusahaan tambang platinum terbesar di negara tersebut.

"Kami melihat harga platinum melampaui emas tahun ini seiring optimisme pemulihan ekonomi global dan penurunan suplai," jelas Scott Gardner, analis Verdmont Capital SA di Panama City.

Sementara itu, harga kontrak emas untuk pengantaran April turun 0,3% menjadi US$ 1.645,10 per troy ounce di Comex, New York. Sepanjang tahun ini, harga emas sudah terpangkas 1,8%.

Penurunan harga emas juga didukung oleh penurunan kepemilikan fisik emas pada exchange tradet products (ETP) sebesar 2,74 metrik ton pada bulan ini menjadi 2.609,53 ton, setelah sebelumnya turun 0,7% pada Januari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×