Reporter: Wahyu Satriani | Editor: Yudho Winarto
JAKARTA. PT Verena Multi Finance Tbk (VRNA) siap membayar utang sebesar Rp 23 miliar. Utang tersebut merupakan obligasi berkelanjutan I Tahap I tahun 2012 Seri C yang akan jatuh tempo 11 Desember 2016.
Kesiapan perusahaan dalam memenuhi kewajiban obligasi yang akan jatuh tempo didukung oleh nilai kas dan setara kas sebesar Rp15,3 miliar pada akhir Juli 2016 dan hasil penerimaan kas internal dari bisnis pembiayaan sekitar Rp141 miliar per bulan," ujar Analis PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Dyah Puspita Rini, Rabu (7/9).
Pefindo menyematkan peringkat A- untuk Obligasi Berkelanjutan (PUB) VRNA I/2012 yang masih beredar. Peringkat yang sama juga diberikan kepada perusahaan dengan prospek stabil.
Dyah mengatakan obligor dengan peringkat A memiliki kemampuan yang kuat dibanding obligor Indonesia lainnya untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya.
Walaupun demikian, kemampuan obligor mungkin akan terpengaruh oleh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi dibandingkan obligor dengan peringkat lebih tinggi.
Sedangkan tanda kurang pada peringkat menunjukkan bahwa peringkat yang diberikan relatif lemah dan di bawah rata-rata kategori yang bersangkutan.
Menurut dia, peringkat tersebut merefleksikan dukungan yang kuat dari PT Bank Pan Indonesia Tbk (Bank Panin) terhadap VRNA serta profil likuiditas dan fleksibilitas keuangan yang memadai. "Namun, peringkat tersebut dibatasi oleh profitabilitas yang lemah dan kualitas aset yang moderat," ujar Dyah
Peringkat dapat naik apabila perusahaan secara konsisten meningkatkan posisi bisnisnya serta meningkatkan profil profitabilitas dan kualitas asetnya pada saat yag bersamaan. Sebaliknya, peringkat dapat turun jika ada penurunan material pada kepemilikan dan tingkat dukungan Bank Panin.
"Peringkat juga dapat berada dalam tekanan jika posisi bisnis atau indikator profitabilitas dan kualitas aset VRNA menurun secara signifikan," kata dia.
VRNA merupakan perusahaan pembiayaan yang memiliki fokus pada pembiayaan mobil bekas, khususnya merek Jepang. Perusahaan juga menyediakan pembiayaan mobil baru dan mulai masuk pada pembiayaan properti di tahun 2015.
Per 30 Juni 2016, pemegang saham Perusahaan adalah PT Bank Panin Indonesia Tbk sebesar 42,87%, PT Verena Kapital sekitar 24,35%, Murniaty Santoso sekitar 9,74%, dan publik sekitar 23,04%
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













