kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.695   109,00   0,62%
  • IDX 6.445   -278,49   -4,14%
  • KOMPAS100 855   -38,45   -4,30%
  • LQ45 636   -21,55   -3,28%
  • ISSI 233   -10,08   -4,15%
  • IDX30 361   -10,30   -2,78%
  • IDXHIDIV20 446   -9,47   -2,08%
  • IDX80 98   -3,93   -3,86%
  • IDXV30 127   -3,02   -2,33%
  • IDXQ30 116   -2,78   -2,33%

Volume transaksi bursa merosot 47%, makin banyak saham bergerak di luar kebiasaan


Senin, 25 November 2019 / 06:57 WIB
ILUSTRASI. Secara total ada 16 saham yang bergerak di luar kebiasaan dalam tiga pekan bulan November.


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

Berikut 16 saham yang masuk UMA bulan ini hingga Jumat (22/11):

  1. Renuka Coalindo (SQMI)
  2. Bintang Mitra Semestaraya (BSMR)
  3. Darmi Bersaudara (KAYU)
  4. Borneo Olah Sarana Sukses (BOSS)
  5. Forza Land Indonesia (FORZ)
  6. Sentral Mitra Informatika (LUCK)
  7. Terregra Asia Energy (TGRA)
  8. Dafam Property Indonesia (DFAM)
  9. Singaraja Putra (SINI)
  10. Dewata Freightinternational (DEAL)
  11. Sky Energi Indonesia (JSKY)
  12. Cowell Development (COWL)
  13. Envy Technologies Indonesia (ENVY)
  14. Trinitan Metals and Minerals (PURE)
  15. Pikko Land Development (RODA)
  16. Andira Agro (ANDI)

Baca Juga: Ada 34 Perusahaan Masih Mengantre IPO Tahun Ini premium

Dari saham-saham tersebut, saham SQMI, BSMR, dan SINI masuk UMA karena peningkatan harga dan aktivitas saham yang di luar kebiasaan. BEI menandai saham SQMI dan BSMR dalam kategori UMA pada 6 dan 8 November. Sedangkan UMA saham SINI pada 15 November.

Selain tiga saham tersebut, saham-saham lain bergerak di luar kebiasaan karena penurunan harga kumulatif yang signifikan. "Bursa mencermati perkembangan pola transaksi saham UMA," ungkap BEI dalam pengumuman.

Oleh karena itu, BEI berharap para investor memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa. Investor juga diharapkan untuk mencermati kinerja emiten dan keterbukaan informasinya.

Investor pun perlu mengkaji kembali rencana aksi korporasi emiten jika rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan rapat umum pemegang saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×