kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.584.000   35.000   1,37%
  • USD/IDR 16.801   20,00   0,12%
  • IDX 8.946   12,64   0,14%
  • KOMPAS100 1.232   5,29   0,43%
  • LQ45 869   4,16   0,48%
  • ISSI 324   1,22   0,38%
  • IDX30 443   0,00   0,00%
  • IDXHIDIV20 518   2,23   0,43%
  • IDX80 137   0,63   0,46%
  • IDXV30 145   1,35   0,94%
  • IDXQ30 142   0,44   0,31%

Valas Asia Melemah, Dolar AS Masih Jadi Penentu Arah di 2026


Senin, 05 Januari 2026 / 20:07 WIB
Valas Asia Melemah, Dolar AS Masih Jadi Penentu Arah di 2026
ILUSTRASI. Sejumlah mata uang Asia melemah pada perdagangan Senin (5/1/2026) di tengah penguatan dolar AS yang didorong meningkatnya ketidakpastian global. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Wafidashfa Cessarry | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID — JAKARTA. Sejumlah mata uang Asia melemah pada perdagangan Senin (5/1/2026) di tengah penguatan dolar Amerika Serikat (AS) yang didorong meningkatnya ketidakpastian global.

Berdasarkan data Bloomberg, Senin (5/1/2026)  pukul 18.50 WIB, dolar Singapura (SGD) melemah 0,08% ke 1,28 per dolar AS, won Korea (KRW) turun 0,22% ke 1.447,76 per dolar AS, dan rupiah (IDR) ditutup melemah 0,09% ke 16.740 per dolar AS. Sementara itu yen Jepang (JPY) menguat 0,15% ke 156,60 per dolar AS

Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menyebut, pelemahan valas Asia terjadi seiring penguatan dolar AS yang dipicu arah suku bunga AS, kenaikan imbal hasil obligasi, serta meningkatnya permintaan aset aman.

“Pelemahnya JPY, KRW, SGD, dan IDR umumnya terjadi saat dolar AS menguat karena kombinasi perubahan arah suku bunga AS, naiknya imbal hasil obligasi AS, dan meningkatnya kebutuhan investor untuk mencari aset yang dianggap paling aman,” ujarnya pada Kontan, Senin (5/1/2026).

Baca Juga: Valas Asia Tertekan di Awal 2026, Dolar Kuat dan Risiko Global Membayangi

Menurut Josua, sentimen utama di 2026 mencakup arah kebijakan moneter AS, siklus investasi kecerdasan buatan (AI), serta risiko geopolitik dan fiskal domestik. Dolar AS diperkirakan melemah pada paruh pertama 2026 sebelum kembali stabil atau menguat di paruh kedua.

Kinerja valas Asia diperkirakan bervariasi. Dolar Singapura cenderung lebih stabil sebagai safe haven regional, won Korea berpeluang membaik jika sentimen teknologi pulih, sementara yen Jepang tetap volatil. Rupiah berpotensi menguat saat dolar melemah, namun rentan tertahan jika tekanan fiskal berlanjut.

Untuk akhir 2026, Josua memproyeksikan USD/JPY di sekitar 155, USD/KRW 1.420, USD/SGD 1,2700, dan USD/IDR di kisaran 16.700.

Josua menyarankan investor mengantisipasi pergerakan dua arah sepanjang 2026 dengan strategi diversifikasi lintas mata uang dan aset. Eksposur defensif pada dolar singapura dinilai lebih stabil, sementara won cocok bagi investor yang siap menghadapi volatilitas, serta lindung nilai bertahap tetap relevan bagi rupiah dan yen.

Baca Juga: Konflik AS–Venezuela Dinilai Minim Dampak bagi Emiten Migas Indonesia

Selanjutnya: Data Kemenhub: Angkutan Umum Nataru 2025/2026 Capai 21,46 Juta Penumpang

Menarik Dibaca: 6 Warna Cat Rumah yang Buat Suasana Lebih Tenang dan Ruangan Cerah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×