kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.549.000   34.000   1,35%
  • USD/IDR 16.781   21,00   0,13%
  • IDX 8.934   74,42   0,84%
  • KOMPAS100 1.226   8,17   0,67%
  • LQ45 865   5,28   0,61%
  • ISSI 322   1,78   0,55%
  • IDX30 443   0,30   0,07%
  • IDXHIDIV20 516   -0,09   -0,02%
  • IDX80 136   0,92   0,68%
  • IDXV30 143   1,50   1,06%
  • IDXQ30 142   -0,22   -0,16%

Valas Asia Tertekan di Awal 2026, Dolar Kuat dan Risiko Global Membayangi


Senin, 05 Januari 2026 / 17:57 WIB
Diperbarui Senin, 05 Januari 2026 / 20:55 WIB
Valas Asia Tertekan di Awal 2026, Dolar Kuat dan Risiko Global Membayangi
ILUSTRASI. Sejumlah mata uang Asia melemah pada perdagangan Senin (5/1/2026) seiring penguatan dolar Amerika Serikat(AS). (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Wafidashfa Cessarry | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID — JAKARTA. Sejumlah mata uang Asia melemah pada perdagangan Senin (5/1/2026) seiring penguatan dolar Amerika Serikat(AS).

Mengutip data Bloomberg, Senin (5/1/2026) pukul 16.39 WIB, yen Jepang (JPY) turun 0,04% ke 156,90 per dolar AS, dolar Singapura (SGD) melemah 0,10% ke 1,28 per dolar AS. Sementara itu, won Korea (KRW) turun 0,19% ke 1.447,31 per dolar AS dan rupiah (IDR) ditutup melemah 0,09% ke 16.740 per dolar AS.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, pelemahan valas Asia dipicu penguatan dolar AS di tengah meningkatnya tensi geopolitik global. “Perlemahan ini tidak terlepas dari penguatan dolar AS secara luas paska penangkapan Maduro oleh AS,” ujarnya.

Memasuki 2026, sentimen geopolitik diperkirakan tetap mendominasi pergerakan mata uang Asia. Pasar mencermati potensi langkah lanjutan AS terhadap negara lain seperti Iran, dinamika hubungan AS–China, keberlanjutan euforia AI, serta arah kebijakan suku bunga The Fed.

Baca Juga: Ini Saham yang Berpotensi Jadi Primadona Investor Asing di 2026

Dengan ketidakpastian yang masih tinggi, Lukman menilai, mata uang Asia pada 2026 cenderung bergejolak dan secara umum lebih tertekan, kecuali jika kondisi global membaik.

Dari sisi proyeksi, yen Jepang diperkirakan bergerak volatil di kisaran 150–160 per dolar AS, dengan tekanan carry trade yang diimbangi peluang intervensi dan kenaikan suku bunga Bank of Japan. Won Korea diproyeksikan berada di rentang 1.500–1.550 per dolar AS, sementara dolar Singapura diperkirakan di sekitar 1,30 per dolar AS.

Adapun rupiah diproyeksikan bergerak di kisaran 16.800–17.300 per dolar AS pada 2026, tertekan kebijakan fiskal yang ekspansif dan lemahnya permintaan domestik, meski masih ditopang intervensi Bank Indonesia. Dalam kondisi ini, Lukman menilai yen Jepang masih menarik untuk strategi beli dan jual di area 150–160 per dolar AS.

Baca Juga: Saham LQ45 Berpotensi Rebound di Tahun 2026, Ini Katalis Pendukungnya

Selanjutnya: Kinerja UNVR Diproyeksi Solid pada 2026, Cermati Rekomendasi Analis

Menarik Dibaca: 7 Barang di Ruang Tamu yang Sebaiknya Dijauhkan Jika Punya Hewan Peliharaan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×