kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.616.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 18.111   28,00   0,15%
  • IDX 6.186   94,98   1,56%
  • KOMPAS100 811   14,88   1,87%
  • LQ45 619   12,34   2,03%
  • ISSI 214   3,34   1,59%
  • IDX30 349   7,21   2,11%
  • IDXHIDIV20 430   7,44   1,76%
  • IDX80 93   1,76   1,94%
  • IDXV30 117   2,05   1,78%
  • IDXQ30 112   2,25   2,06%

Valas Asia Tertekan di Awal 2026, Dolar Kuat dan Risiko Global Membayangi


Senin, 05 Januari 2026 / 17:57 WIB
Diperbarui Senin, 05 Januari 2026 / 20:55 WIB
Valas Asia Tertekan di Awal 2026, Dolar Kuat dan Risiko Global Membayangi
ILUSTRASI. Sejumlah mata uang Asia melemah pada perdagangan Senin (5/1/2026) seiring penguatan dolar Amerika Serikat(AS). (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Wafidashfa Cessarry | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID — JAKARTA. Sejumlah mata uang Asia melemah pada perdagangan Senin (5/1/2026) seiring penguatan dolar Amerika Serikat(AS).

Mengutip data Bloomberg, Senin (5/1/2026) pukul 16.39 WIB, yen Jepang (JPY) turun 0,04% ke 156,90 per dolar AS, dolar Singapura (SGD) melemah 0,10% ke 1,28 per dolar AS. Sementara itu, won Korea (KRW) turun 0,19% ke 1.447,31 per dolar AS dan rupiah (IDR) ditutup melemah 0,09% ke 16.740 per dolar AS.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, pelemahan valas Asia dipicu penguatan dolar AS di tengah meningkatnya tensi geopolitik global. “Perlemahan ini tidak terlepas dari penguatan dolar AS secara luas paska penangkapan Maduro oleh AS,” ujarnya.

Memasuki 2026, sentimen geopolitik diperkirakan tetap mendominasi pergerakan mata uang Asia. Pasar mencermati potensi langkah lanjutan AS terhadap negara lain seperti Iran, dinamika hubungan AS–China, keberlanjutan euforia AI, serta arah kebijakan suku bunga The Fed.

Baca Juga: Ini Saham yang Berpotensi Jadi Primadona Investor Asing di 2026

Dengan ketidakpastian yang masih tinggi, Lukman menilai, mata uang Asia pada 2026 cenderung bergejolak dan secara umum lebih tertekan, kecuali jika kondisi global membaik.

Dari sisi proyeksi, yen Jepang diperkirakan bergerak volatil di kisaran 150–160 per dolar AS, dengan tekanan carry trade yang diimbangi peluang intervensi dan kenaikan suku bunga Bank of Japan. Won Korea diproyeksikan berada di rentang 1.500–1.550 per dolar AS, sementara dolar Singapura diperkirakan di sekitar 1,30 per dolar AS.

Adapun rupiah diproyeksikan bergerak di kisaran 16.800–17.300 per dolar AS pada 2026, tertekan kebijakan fiskal yang ekspansif dan lemahnya permintaan domestik, meski masih ditopang intervensi Bank Indonesia. Dalam kondisi ini, Lukman menilai yen Jepang masih menarik untuk strategi beli dan jual di area 150–160 per dolar AS.

Baca Juga: Saham LQ45 Berpotensi Rebound di Tahun 2026, Ini Katalis Pendukungnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×