Reporter: Rashif Usman | Editor: Noverius Laoli
Prospek Saham HMSP di Tahun 2026
Research Analyst MNC Sekuritas, Catherine Florencia, menilai kinerja HMSP sepanjang 2025 relatif sejalan dengan proyeksi analis.
Menurutnya, realisasi penjualan telah mencapai sekitar 95% dari estimasi, sementara laba bersih sedikit melampaui perkiraan karena beban pokok penjualan yang lebih rendah dari ekspektasi.
Untuk tahun 2026, MNC Sekuritas memproyeksikan laba bersih HMSP berpotensi tumbuh dua digit, didukung oleh efek basis rendah pada 2025.
Selain itu, tidak adanya kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan cukai juga dinilai dapat menopang kinerja.
"Dari sisi penjualan, prospek diperkirakan membaik seiring dengan langkah penindakan terhadap peredaran rokok ilegal sejak 1 Oktober 2025," kata Catherine kepada Kontan, Kamis (12/3/2026).
Baca Juga: Fenomena Downtrading hingga Peredaran Rokok Ilegal Tekan Kinerja HM Sampoerna (HMSP)
Meski demikian, sejumlah risiko masih perlu dicermati. Di antaranya potensi lanjutan fenomena downtrading di tengah ketidakpastian daya beli masyarakat, serta kemungkinan kenaikan biaya distribusi.
Hal ini antara lain dipicu dampak tidak langsung dari perubahan rute pelayaran akibat kondisi di Selat Hormuz yang berpotensi meningkatkan biaya pengiriman dan harga bahan bakar.
Di samping itu, Catherine juga meminta pelaku pasar tetap mewaspadai adanya tekanan sentimen negatif dari domestik dan global yang masih terjadi terhadap pasar modal Indonesia.
Dari sisi rekomendasi saham, Catherine menyarankan investor untuk mencermati saham HMSP di target harga jangka panjang Rp 850 per saham.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













