kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Usai IPO, Itama Ranoraya targetkan penjualan tumbuh 20% hingga akhir 2019


Kamis, 12 September 2019 / 18:27 WIB

Usai IPO, Itama Ranoraya targetkan penjualan tumbuh 20% hingga akhir 2019
ILUSTRASI. Bursa Efek Indonesia


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Itama Ranoraya perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan dan distribusi alat kesehatan berani menargetkan pertumbuhan penjualan setelah IPO 15%-20% atau Rp 300 miliar hingga akhir tahun ini.

Direktur Itama Ranoraya Pratoto S Raharjo memproyeksi pertumbuhan penjualan Itama hingga akhir tahun ini bisa tumbuh double digit ditopang dengan pasar yang lebih luas. 

“Proyeksinya dari Rp 265 miliar di 2018 menjadi Rp 300 miliar di akhir tahun ini,” jelasnya dalam paparan publik di Jakarta, Kamis (12/9). 

Baca Juga: Itama Ranoraya patok harga IPO di kisaran Rp 315 - Rp 375 per saham

Adapun menurut Pratoto memproyeksikan labanya akan tumbuh 31%. Namun Pratoto bilang pertumbuhannya tidak beda jauh dengan tahun sebelumnya yakni dari Rp 32 miliar - Rp 35 miliar di 2018 menjadi Rp 46 miliar. 

Salah satu peluang yang diincar Itama adalah kebutuhan akan alat kesehatan seperti jarum suntik. Itama Ranoraya serius menjajaki peluang ini dengan terus memperluas pangsa pasarnya. 

Pratoto bilang dalam jangka waktu dua tahun yakni 2019-2020, Itama akan berusaha memperkuat pemasarannya secara bertahap di beberapa kota besar di Indonesia di antaranya Surabaya, Medan, dan Makassar. 

Tentunya perluasan jaringan pasar tersebut harus diikuti dengan sistem pergudangan dan produksi yang kuat. Pratoto menyatakan Itama juga berencana investasi ke penambahan gudang dan tambahan armada untuk mengirim barang.

Baca Juga: Meski ibu kota pindah, Bumi Serpong Damai (BSDE) tetap fokus di Jabodetabek

Sebab Pratoto berharap Itama bisa mandiri mengirim barang karena setelah dihitung biaya distribusi bisa lebih murah. 

Di tahun pertama atau di 2020, Itama akan investasi sebesar Rp 28,5 miliar untuk rencana ini. Setelah itu di tahun ketiga Itama akan investasi Rp 10 miliar dan tahun kelima investasi Rp 10 miliar untuk kebutuhan penguatan jaringan. 


Reporter: Arfyana Citra Rahayu
Editor: Tendi

Video Pilihan

Tag

Close [X]
×