kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   2.000   0,08%
  • USD/IDR 18.057   23,00   0,13%
  • IDX 4.997   -188,50   -3,64%
  • KOMPAS100 631   -26,97   -4,10%
  • LQ45 488   -20,09   -3,95%
  • ISSI 172   -7,03   -3,92%
  • IDX30 273   -10,40   -3,67%
  • IDXHIDIV20 357   -9,37   -2,56%
  • IDX80 72   -3,02   -4,00%
  • IDXV30 101   -1,50   -1,47%
  • IDXQ30 90   -3,25   -3,49%

Usai Bertemu MSCI, BEI akan Keluarkan 80 Saham HSC dari IHSG, Ini Daftarnya


Selasa, 20 Oktober 2026 / 05:54 WIB
Usai Bertemu MSCI, BEI akan Keluarkan 80 Saham HSC dari IHSG, Ini Daftarnya
ILUSTRASI. Usai Bertemu MSCI, BEI akan Keluarkan 80 Saham HSC dari IHSG, Ini Daftarnya


Reporter: Adi Wikanto, Yuliana Hema | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Bursa Efek Indonesia (BEI) menyiapkan dua kebijakan baru untuk memperkuat transparansi dan integritas pasar modal Indonesia. Salah satunya adalah mengeluarkan 80 saham yang masuk kategori High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Kebijakan tersebut diumumkan setelah BEI menggelar pertemuan secara daring dengan penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada Senin (19/10/2026).

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, pertemuan tersebut dilakukan menyusul pengumuman MSCI pada 16 Oktober 2026 mengenai proposal perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

Jeffrey tidak memerinci hasil pembahasan dengan MSCI. Namun, ia menegaskan bahwa BEI akan terus melanjutkan reformasi pasar modal untuk meningkatkan keterbukaan informasi, kredibilitas, dan tata kelola bursa.

"Kedua inisiatif tersebut kami harapkan dapat memberikan transparansi yang lebih baik dan data pasar yang lebih berintegritas. Waktu efektifnya akan kami sampaikan segera," ujar Jeffrey kepada wartawan, Senin (19/10/2026).

Baca Juga: Tekanan MSCI Bisa Merembet ke Rupiah dan Obligasi Pemerintah

Dua inisiatif baru BEI

Inisiatif pertama adalah menambahkan informasi mengenai status afiliasi atau nonafiliasi pemegang saham dengan kepemilikan 1% dalam publikasi data kepemilikan saham.

Dengan tambahan informasi tersebut, investor diharapkan memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai struktur kepemilikan emiten, termasuk hubungan afiliasi di antara para pemegang saham.

Inisiatif kedua adalah mengeluarkan seluruh saham yang masuk kategori HSC dari perhitungan IHSG.

BEI mencatat, saat ini terdapat 80 saham yang masuk kategori tersebut dengan bobot sekitar 18% terhadap IHSG. Setelah kebijakan diterapkan, perubahan harga saham-saham HSC tidak lagi memengaruhi pergerakan indeks acuan pasar saham Indonesia tersebut.

Jeffrey menegaskan, pengeluaran saham HSC dari perhitungan IHSG bukan berarti saham-saham tersebut akan dihapus dari pencatatan bursa atau mengalami delisting. Saham-saham itu tetap dapat diperdagangkan oleh investor.

Sebelumnya, saham yang masuk kategori HSC juga tidak dapat menjadi konstituen sejumlah indeks unggulan BEI, seperti IDX30, LQ45, dan IDX80.

Selain dua kebijakan baru tersebut, BEI telah menjalankan sejumlah langkah pembenahan pasar modal, termasuk perubahan batas minimum harga saham dari Rp 50 serta penguatan transparansi kepemilikan dan kebijakan free float.

Tonton: APBN Tertekan! Pangkas Anggaran, Jangan Korbankan Rakyat

Daftar lengkap 80 saham HSC yang akan dikeluarkan dari IHSG

Berikut daftar 80 saham kategori HSC yang akan dikeluarkan dari perhitungan IHSG berdasarkan daftar yang disampaikan:

1. PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS)
2. PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT)
3. PT Bank Maspion Indonesia Tbk (BMAS)
4. PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG)
5. PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA)
6. PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB)
7. PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI)
8. PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA)
9. PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY)
10. PT Akasha Wira International Tbk (ADES)
11. PT Temas Tbk (TMAS)
12. PT Bank Mestika Dharma Tbk (BBMD)
13. PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP)
14. PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME)
15. PT Diamond Food Indonesia Tbk (DMND)
16. PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL)
17. PT Enseval Putera Megatrading Tbk (EPMT)
18. PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP)
19. PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI)
20. PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD)
21. PT Royalindo Investa Wijaya Tbk (INDO)
22. PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE)
23. PT Multi Spunindo Jaya Tbk (MSJA)
24. PT Charnic Capital Tbk (NICK)
25. PT Steady Safe Tbk (SAFE)

Tonton: Modal Bank Himbara Menyusut, Mandiri dan BNI Himpun US$1,45 Miliar

26. PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (BDKR)
27. PT Intermedia Capital Tbk (MDIA)
28. PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA)
29. PT Bukit Darmo Property Tbk (BKDP)
30. PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA)
31. PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR)
32. PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII)
33. PT Prima Andalan Mandiri Tbk (MCOL)
34. PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (LIFE)
35. PT Golden Flower Tbk (POLU)
36. PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI)
37. PT Hoffmen Cleanindo Tbk (KING)
38. PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII)
39. PT Hotel Fitra International Tbk (FITT)
40. PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI)
41. PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI)
42. PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI)
43. PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT)
44. PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR)
45. PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP)
46. PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY)
47. PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO)
48. PT Global Digital Niaga Tbk (BELI)
49. PT Bank Mega Tbk (MEGA)

Baca Juga: Cek Saham yang Banyak Diborong Asing Saat IHSG Ambruk 3,63%, Senin (19/10)

50. PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS)
51. PT Multipolar Technology Tbk (MLPT)
52. PT Siantar Top Tbk (STTP)
53. PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN)
54. PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI)
55. PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO)
56. PT FAP Agri Tbk (FAPA)
57. PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE)
58. PT Soho Global Health Tbk (SOHO)
59. PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI)
60. PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN)
61. PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA)
62. PT Bank Permata Tbk (BNLI)
63. PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ)
64. PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA)
65. PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET)
66. PT Bayan Resources Tbk (BYAN)
67. PT DCI Indonesia Tbk (DCII)
68. PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM)
69. PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG)
70. PT Kota Satu Properti Tbk (SATU)
71. PT Mahkota Group Tbk (MGRO)
72. PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI)
73. PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA)
74. PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS)
75. PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK)
76. PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO)
77. PT Ifishdeco Tbk (IFSH)
78. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
79. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
80. PT Samator Indo Gas Tbk (AGII)

BEI belum mengumumkan tanggal efektif penerapan kebijakan tersebut. Investor perlu mencermati pengumuman resmi bursa untuk mengetahui jadwal pelaksanaan dan ketentuan teknis lebih lanjut.




 

Harga Minyak Tembus US$106 per Barel, Menteri Bahlil Ungkap Cadangan BBM Nasional

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×