kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   2.000   0,08%
  • USD/IDR 18.057   23,00   0,13%
  • IDX 4.997   -188,50   -3,64%
  • KOMPAS100 631   -26,97   -4,10%
  • LQ45 488   -20,09   -3,95%
  • ISSI 172   -7,03   -3,92%
  • IDX30 273   -10,40   -3,67%
  • IDXHIDIV20 357   -9,37   -2,56%
  • IDX80 72   -3,02   -4,00%
  • IDXV30 101   -1,50   -1,47%
  • IDXQ30 90   -3,25   -3,49%

BEI Siapkan Dua Inisiatif Baru, Saham HSC Bakal Dikeluarkan dari IHSG


Senin, 19 Oktober 2026 / 21:14 WIB
BEI Siapkan Dua Inisiatif Baru, Saham HSC Bakal Dikeluarkan dari IHSG
ILUSTRASI. IHSG Melemah (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) menyiapkan perubahan dalam pengungkapan informasi kepemilikan saham dan perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Kebijakan ini mencakup penambahan informasi afiliasi pemegang saham dengan kepemilikan 1% serta pengeluaran saham berkonsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC) dari IHSG.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, kedua inisiatif tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan bursa untuk meningkatkan transparansi dan memperkuat tata kelola pasar modal Indonesia.

Hal tersebut disampaikan dalam konferensi pers setelah pertemuan daring BEI dengan penyedia indeks global MSCI pada Senin (19/10/2026).

Baca Juga: Wall Street Dibuka Beragam (19/10), Saham AI Rebound Jelang Rilis Kinerja Emiten

“Dalam publikasi nama pemegang saham 1%, akan ditambahkan keterangan apakah nama tersebut terafiliasi atau tidak terafiliasi. Kedua, untuk memberikan indeks harga yang lebih kredibel dan berintegritas, kami akan mengeluarkan seluruh saham HSC dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG),” ujar Jeffrey dalam konferensi pers, Senin (19/10/2026).

Jeffrey menjelaskan, jadwal efektif penerapan kedua inisiatif tersebut akan diumumkan lebih lanjut. BEI berharap kebijakan ini dapat meningkatkan keterbukaan informasi mengenai struktur kepemilikan saham sekaligus memperkuat integritas data pasar modal.

Pengeluaran saham berkategori HSC dari IHSG bukan berarti saham tersebut akan dihapus dari pencatatan bursa atau mengalami delisting. Saham-saham itu tetap dapat diperdagangkan di BEI, tetapi pergerakan harganya tidak lagi diperhitungkan dalam pergerakan IHSG.

Menurut Jeffrey, kebijakan tersebut bertujuan membuat IHSG lebih mencerminkan pergerakan pasar secara wajar. Pasalnya, saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi berpotensi menimbulkan risiko terhadap representasi pergerakan indeks.

Saat ini, saham-saham yang masuk kategori HSC memiliki bobot sekitar 18% terhadap IHSG. Dengan mengeluarkan saham-saham tersebut dari perhitungan indeks, BEI berupaya menjaga kredibilitas IHSG sebagai salah satu indikator utama kondisi pasar saham domestik.

Baca Juga: Tujuh Emiten Buyback Saham saat IHSG Anjlok, Efektif Tahan Tekanan Jual?

BEI Perkuat Transparansi di Tengah Sorotan MSCI

Rencana pembenahan tersebut muncul di tengah sorotan terhadap status pasar saham Indonesia dalam klasifikasi MSCI. Sebelumnya, MSCI menyatakan akan mengonsultasikan usulan perubahan klasifikasi Indonesia dari pasar berkembang (emerging market) menjadi pasar mandiri (standalone market).

Usulan tersebut menyusul kekhawatiran investor terhadap kondisi pasar modal Indonesia, termasuk aspek transparansi dan aksesibilitas informasi pasar.

Kekhawatiran tersebut turut membayangi pergerakan saham domestik. Pada Jumat (16/10/2026), saham-saham Indonesia tercatat melemah sekitar 11%, menjadi penurunan harian terbesar dalam 28 tahun.

Perubahan klasifikasi Indonesia menjadi pasar mandiri juga berpotensi memicu arus keluar dana investor global yang menggunakan indeks MSCI sebagai acuan investasi.

Di tengah kondisi tersebut, BEI menegaskan komitmennya untuk melanjutkan reformasi pasar modal melalui koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan internasional.

Jeffrey menyatakan, BEI akan terus berdiskusi dengan investor global, MSCI, dan FTSE Russell guna mendorong perbaikan transparansi, tata kelola, serta integritas pasar modal Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×