Reporter: Vivit Dewi | Editor: Noverius Laoli
Abida menambahkan, fokus pada HPC berpotensi meningkatkan kualitas laba karena segmen tersebut memiliki margin lebih tinggi dan menyumbang sekitar 74% penjualan UNVR.
Namun, pemulihan laba ke level sebelum pandemi diperkirakan tidak berlangsung dalam waktu dekat.
“Target yang lebih realistis adalah pemulihan margin dan pertumbuhan laba inti yang konsisten,” tutur Abida.
Sementara itu, Analis UBS Sekuritas Indonesia Permada Darmono menilai kinerja kuartal III-2026 mencerminkan strategi UNVR yang lebih mengutamakan penguatan daya saing dan pangsa pasar, meskipun profitabilitas tertekan dalam jangka pendek.
Laba bersih UNVR dari operasi berkelanjutan pada kuartal III-2026 tercatat Rp 1,23 triliun, tumbuh 11% secara tahunan.
Baca Juga: Unilever Indonesia (UNVR) Realisasikan Buyback Rp 285 Miliar
Namun, pertumbuhan ini terjadi di tengah penyusutan margin kotor dan penurunan EBIT. Manajemen juga memperkirakan biaya transformasi sepanjang 2026 turun 40% hingga 50% dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga berpotensi mengurangi tekanan terhadap profitabilitas.
Dari sisi rekomendasi saham, pandangan analis terhadap prospek UNVR masih beragam. Abida merekomendasikan buy dengan target harga Rp 2.200 per saham.
Willy memberikan rekomendasi sell dengan target Rp 1.075 per saham, sedangkan Permada merekomendasikan neutral dengan target harga Rp 1.800 per saham.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














