Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Emiten sektor ritel berpotensi mencatat peningkatan kinerja pada kuartal I 2026 seiring kenaikan konsumsi masyarakat selama Ramadan hingga Lebaran.
Kenaikan rata-rata Upah Minimum Regional (UMR) di berbagai daerah juga dinilai dapat menopang daya beli masyarakat.
Sejumlah emiten ritel yang menjadi perhatian pasar antara lain PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA), PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI), serta PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS).
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan, jika pelaku usaha ritel mampu memanfaatkan momentum Ramadan dan Lebaran dengan optimal, maka penjualan berpotensi mengalami peningkatan.
Baca Juga: IHSG Melemah 3,49% ke 7.321 di Akhir Sesi Pertama, Top Losers LQ45: MDKA, NCKL, PGAS
Menurutnya, kenaikan daya beli masyarakat yang didukung oleh peningkatan UMR dapat mendorong permintaan terhadap berbagai produk ritel.
“Saya kira meningkatnya antara 20% hingga 40%, tapi itu seasonal, ya. Tapi setelah itu melandai, normal kembali,” ujar Nafan kepada Kontan, Jumat (6/3/2026).
Sehingga, lonjakan tersebut bersifat musiman dan tidak akan bertahan hingga akhir tahun.
Nafan menambahkan, prospek sektor ritel sepanjang tahun ini juga dipengaruhi berbagai faktor eksternal. Salah satu yang perlu dicermati adalah potensi kenaikan inflasi serta kebijakan suku bunga yang masih relatif tinggi.
Menurutnya, kebijakan suku bunga acuan yang bertahan tinggi dalam waktu lama dapat menjadi sentimen negatif bagi sektor ritel karena berpotensi menekan daya beli masyarakat.
Baca Juga: Pasar Sedang Bearish, Begini Strategi Menyaring Informasi untuk Investor
Meski demikian, selama pertumbuhan ekonomi nasional masih mampu dijaga di kisaran 5%, Nafan menilai kinerja emiten ritel masih memiliki peluang untuk tumbuh secara berkelanjutan.
Selain itu, strategi ekspansi bisnis yang menggabungkan kanal penjualan offline dan online juga dinilai penting untuk menjaga pertumbuhan penjualan.
Dari sejumlah saham tersebut, Nafan merekomendasikan add untuk saham RALS dengan target harga di level Rp 545 per saham.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













