Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) diperkirakan masih akan positif hingga akhir tahun 2026.
Dalam RUPST 2025, DSNG memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp 498 miliar atau Rp 47 per saham dari buku tahun 2025. Sebagai gambaran, laba bersih DSNG melonjak 60,2% menjadi Rp 1,8 triliun pada 2025.
Dari sisi pendapatan, DSNG mencatatkan penerimaan sebesar Rp 12,3 triliun pada tahun 2025, naik 21,7% secara year on year (YoY). Segmen kelapa sawit tetap menjadi kontributor utama dengan porsi sebesar 88% terhadap total pendapatan.
Direktur Utama DSNG, Andrianto Oetomo mengatakan, perseroan terus berupaya memperkuat fondasi bisnis melalui pengelolaan yang prudent, penuh dengan kehati-hatian, dengan fokus pada peningkatan produktivitas, efisiensi operasional, serta penerapan prinsip GCG di seluruh segmen bisnis.
Baca Juga: Dharma Satya Nusantara (DSNG) Bagi Dividen Rp 498 Miliar dari Buku Tahun 2025
DSNG juga akan memperkuat kinerja bisnis pada sektor kelapa sawit, produk kayu, dan energi terbarukan dengan mengedepankan praktik keberlanjutan.
“Ke depan, perseroan akan terus fokus pada pertumbuhan yang berkelanjutan melalui penguatan operasional, memperkuat budaya continuous improvement, serta mengelola risiko yang lebih baik agar lebih agile terhadap perkembangan ekonomi global maupun domestik,” katanya dalam keterangan resmi, Selasa (9/6/2026).
Analis Pilarmas Investindo Sekuritas Arinda Izzaty melihat, prospek kinerja emiten CPO pada 2026 masih cukup positif didukung harga CPO yang bertahan tinggi, potensi pemulihan produksi setelah dampak cuaca ekstrem mereda, serta permintaan ekspor yang tetap kuat.
Sentimen positif utama tahun ini berasal dari penguatan harga CPO global, program biodiesel domestik, dan pemulihan produksi.
“Sementara itu, sentimen negatif meliputi kenaikan biaya operasional, ketidakpastian permintaan dari negara importir utama, serta risiko perubahan kebijakan ekspor dan fluktuasi nilai tukar,” katanya kepada Kontan, Selasa (9/6/2026).
Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia Abdul Azis Setyo Wibowo mengatakan, prospek DSNG hingga akhir 2026 masih cukup positif.
Selain didukung oleh pertumbuhan produksi yang stabil, ASP CPO pada kuartal I 2026 yang masih terjaga di level tinggi menjadi salah satu faktor utama yang menopang pendapatan dan profitabilitasnya.
“Prospek DSNG masih positif berkat dukungan harga CPO, pertumbuhan produksi, dan efisiensi operasional,” ujarnya kepada Kontan, Selasa.
DSNG sendiri mencatatkan pendapatan sebesar Rp 2,88 triliun pada kuartal I 2026, tumbuh 8% secara tahunan atau year on year (YoY). Laba bersih tercatat Rp 430,43 miliar pada akhir Maret 2026, naik 16,91% YoY dari Rp 368,15 miliar.
Dari sisi produksi, produksi tandan buah segar (TBS) sebesar 492.000 ton per Maret 2026, meningkat 2,7% YoY. Produksi crude palm oil (CPO) pun ikut meningkat 2,1% YoY menjadi 141.000 ton pada kuartal I 2026.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menambahkan, secara umum kinerja DSNG masih bagus dan solid, dengan pendapatan dan laba yang bertumbuh.
Tata kelola dan profitabilitasnya lebih solid pada tahun 2026. Efisiensi utang dan komitmen ESG DSNG juga tercapai.
“(Sahamnya) atraktif untuk investasi jangka panjang,” ujarnya kepada Kontan, Selasa.
Nafan pun merekomendasikan buy on weakness untuk DSNG dengan target harga Rp 1.635 per saham.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













