kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Trending Topics: Kesempatan beli emas Antam, Dana repatriasi bisa menguap


Selasa, 15 Oktober 2019 / 05:51 WIB

Trending Topics: Kesempatan beli emas Antam, Dana repatriasi bisa menguap
ILUSTRASI. Pramuniaga menunjukkan emas batangan untuk investasi di sebuah gerai emas di Malang, Jawa Timur, Selasa (16/4/2019). ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/foc.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas milik PT Aneka Tambang (Antam) terus bergerak turun dalam beberapa waktu terakhir. Sebagai catatan, akhir pekan lalu harga emas sempat turun sebanyak Rp 8.000 per gram ke level Rp 758.000 per gram. 

Mengutip laman Logam Mulia pada Senin (14/10) harga emas Antam tercatat masih turun Rp 2.000 ke level Rp 754.000 per gram. Kondisi tersebut diikuti penurunan harga buyback  sebesar Rp 2.000 menjadi Rp 675.000 per gram.

Artikel Selengkapnya: Merosotnya emas Antam jadi peluang untuk buy on weakness

53,23% aset bank di Tanah Air dikuasai oleh enam bank

Perkembangan aset perbankan di Tanah Air masih didominasi sebagian besar oleh bank besar. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam Statistik Perbankan Indonesia (SPI) mencatat, per Juli 2019 total aset kategori bank umum kelompok usaha (BUKU) IV dengan modal di atas Rp 30 triliun sudah mencapai 4.396,67 triliun.

Jumlah tersebut setidaknya mewakili sekitar 53,23% total aset perbankan secara industri yang mencapai Rp 8.258,88 triliun pada periode akhir Juli 2019. Porsi tersebut melompat dari tahun sebelumnya yang baru sebesar 50,12%. Peningkatan aset BUKU IV secara industri disebabkan oleh masuknya PT Bank Panin Tbk ke BUKU IV.

Artikel Selengkapnya: 53,23% aset bank di Tanah Air dikuasai oleh enam bank

Dana repatriasi sebesar Rp 12,6 triliun berpotensi menguap ke luar negeri

Dana repatriasi dari pajak pemutihan atau tax amnesty berpotensi menguap ke luar negeri.  Pasalnya ada dana repatriasi sebesar Rp 12,6 triliun yang masa holding periodenya berakhir saat ini. 

Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Robert Pakpahan mengatakan Rp 12,6 triliun telas selesai massa holding period. Namun dia tidak memastikan apakah aliran dana tersebut masih berada di Indonesia atau tidak.

Artikel Selengkapnya: Dana repatriasi sebesar Rp 12,6 triliun berpotensi menguap ke luar negeri

India pangkas pembelian minyak kelapa sawit dari Malaysia mulai November

Kabar baik  bagi produsen minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) Indonesia. Perusahaan penyulingan India berhenti membeli minyak sawit Malaysia untuk pengiriman bulan November dan Desember. Mereka khawatir New Delhi dapat menaikkan pajak impor atau memberlakukan langkah-langkah lain untuk mengurangi impor dari Kuala Lumpur.

 

Lima pedagang besar sawit kepada Reuters, Senin (14/10) mengatakan, kekhawatiran kenaikan pajak itu pula membuat mereka memangkas pembelian CPO dari Malaysia.  Pembelian yang lebih rendah oleh India, pembeli terbesar minyak sawit Malaysia pada tahun 2019, dapat menyebabkan persediaan CPO Malaysia menjadi lebih besar. Konsekuensinya, ini bisa menekan harga minyak sawit Malaysia. Sebaliknya, ini bisa menjadi kabar baik bagi Indonesia dalam meningkatkan ekspor sawit ke India.

Artikel Selengkapnya: India pangkas pembelian minyak kelapa sawit dari Malaysia mulai November

Ada wacana IPO dalam skema PKPU Duniatex, kreditur tak tertarik

 

Duniatex Group mempertimbangkan untuk menggelar aksi initial public offering (IPO) sebagai bagian dari skema restrukturisasi dengan mengonversi utang-utangnya menjadi saham. Sayangnya, bagi kreditur opsi ini tak menarik.

“Ada-ada saja, mana ada yang mau menjadi underwriter-nya,” kata Direktur Bisnis Korporasi PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Putrama Wahju Setyawan kepada Kontan.co.id, Senin (14/10).

Artikel Selengkapnya: Ada wacana IPO dalam skema PKPU Duniatex, kreditur tak tertarik


Reporter: Hasbi Maulana
Editor: Hasbi Maulana

Video Pilihan


Close [X]
×