Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) mengumumkan bahwa anak usahanya, PT Energy Transporter Indonesia, memperoleh fasilitas kredit investasi dengan nilai maksimum Rp 114,2 miliar dari salah satu bank milik negara (BUMN) untuk mendukung ekspansi armada.
Direktur PT Transcoal Pacific Tbk, Bintang Septo Drestanto dalam keterbukaan informasi di BEI pada Kamis (16/7/2026) menjelaskan perjanjian kredit investasi tersebut telah efektif sejak 16 Juli 2026. Namun TCPI tidak menjelaskan siapa bank yang memberi kucuran pendanaan kepada perusahaan.
Emiten pelayaranan ini menegaskan bahwa transaksi tersebut bukan merupakan transaksi afiliasi sehingga tidak mengandung benturan kepentingan.
Baca Juga: Ini Jawaban Manajemen Indika (INDY) soal Isu Divestasi Kideco Senilai US$ 1 Miliar
Fasilitas kredit investasi tersebut akan digunakan untuk membiayai pembangunan empat unit kapal baru, yang terdiri atas dua unit kapal tongkang (barge) dan dua unit kapal tunda (tugboat).
Penambahan armada ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam meningkatkan kapasitas layanan angkutan laut, khususnya untuk mendukung kebutuhan logistik sektor energi dan komoditas.
Dengan bertambahnya armada operasional, TCPI berharap dapat meningkatkan kapasitas angkut sekaligus memperkuat efisiensi operasional di masa mendatang.
Manajemen menilai investasi pada armada baru akan memberikan dampak positif terhadap kegiatan usaha.
Selain memperbesar kapasitas operasional, tambahan kapal diharapkan meningkatkan utilisasi aset produktif sehingga mampu mendukung pertumbuhan pendapatan konsolidasian perusahaan.
Ekspansi armada tersebut juga dinilai menjadi salah satu langkah strategis untuk menjaga keberlangsungan usaha jangka panjang, seiring meningkatnya kebutuhan jasa transportasi laut di sektor energi dan logistik.
Di sisi lain, TCPI juga mengungkapkan adanya risiko yang melekat pada fasilitas kredit tersebut. Sebagaimana lazim dalam perjanjian pembiayaan, aset yang dijaminkan dapat dieksekusi oleh kreditur apabila debitur tidak mampu memenuhi kewajiban pembayaran sesuai ketentuan dalam perjanjian.
Meski demikian, manajemen TCPI yakin fasilitas kredit investasi ini dapat memperkuat posisi operasional dan mendukung pertumbuhan kinerja dalam jangka panjang.
Baca Juga: Fitch Pangkas Peringkat Pos Indonesia Jadi C, Risiko Gagal Bayar Kian Dekat
Harga saham TCPI turun 2,16% di Rp 5.650 per saham pada pukul 10.19 WIB pada Jumat (17/7/2026). Dalam lima hari saham TCPI telah turun 5,83%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
