kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 18.012   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.108   66,24   1,10%
  • KOMPAS100 801   11,17   1,41%
  • LQ45 609   8,67   1,45%
  • ISSI 211   1,35   0,64%
  • IDX30 343   4,64   1,37%
  • IDXHIDIV20 429   6,16   1,46%
  • IDX80 91   1,30   1,44%
  • IDXV30 117   1,58   1,37%
  • IDXQ30 111   1,61   1,48%

Wall Street Lesu: Dow, S&P 500 dan Nasdaq Ditutup Melemah Terseret Saham Chip


Jumat, 17 Juli 2026 / 05:21 WIB
Wall Street Lesu: Dow, S&P 500 dan Nasdaq Ditutup Melemah Terseret Saham Chip
ILUSTRASI. Wall Street Tertekan dengan tiga indeks utama ditutup melemah


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Wall Street tak bergairah setelah saham chip menyeret indeks Nasdaq dan S&P 500 untuk ditutup melemah meskipun data ekonomi Amerika Serikat (AS) secara umum optimis dan awal yang kuat untuk kuartal kedua Musim laporan keuangan telah tiba.

Kamis (16/7/2026), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 105,32 atau 0,20% menjadi 52.553,32, indeks S&P 500 melemah 38,63 atau 0,51% ke 7.533,77 dan indeks Nasdaq Composite anjlok 387,28 atau 1,47% ke 25.881,95.

Di antara 11 sektor utama di S&P 500, sektor teknologi turun 1,8%, dengan penurunan 4,3% pada saham semikonduktor yang sangat membebani sektor ini dan pasar secara keseluruhan.

Fluktuasi harian pada saham semikonduktor semakin menentukan pergerakan keseluruhan indeks saham utama AS, khususnya Nasdaq yang didominasi saham teknologi.

Baca Juga: Banyak Peminat, Kuota ORI030 Ditambah Jadi Rp 30 T, Ini Cara Investasi untuk Kupon 7%

"Ini sepenuhnya bergantung pada bobot saham semikonduktor di S&P 500," kata Paul Nolte, penasihat kekayaan senior & ahli strategi pasar di Murphy & Sylvest di Elmhurst, Illinois.

"Tiga atau empat tahun lalu, penurunannya 8%, dan sekarang lebih dari 20%. Jika Anda melihat pasar secara keseluruhan, kondisinya baik-baik saja."

Kelemahan di sektor chip, bahkan setelah perusahaan terkemuka di pasar chip, TSMC, mencatatkan lonjakan laba kuartalan sebesar 77%, menunjukkan ekspektasi yang terlalu tinggi untuk sektor yang telah melonjak hampir 70% sepanjang tahun ini.

Saham perusahaan pembuat chip yang terdaftar di AS turun 2,3%.

Produsen chip memori termasuk yang paling tertinggal, dengan saham SanDisk, Western Digital, Seagate Technology, dan Intel turun antara 5,8% dan 12,6%.

"Volatilitas ekstrem ini sangat mengkhawatirkan bagi investor rata-rata ketika mereka melihat perubahan besar dalam nilai portofolio mereka," kata Tim Ghriskey, ahli strategi portofolio senior di Ingalls & Snyder di New York.

"(Tetapi) sejumlah sektor non-teknologi berkinerja baik, jadi ini merupakan perpaduan yang nyata."

Di sisi lain, pelemahan Dow sebagian diredam oleh saham UnitedHealth Group yang menguat 1,2% setelah perusahaan tersebut melampaui perkiraan pendapatan Wall Street dan menaikkan proyeksi tahun 2026. Saham sektor kesehatan naik 2,2%.

Saham United Airlines turun 1,8% karena lonjakan harga minyak membebani proyeksi pendapatannya. Namun, saham GE Aerospace merosot 4,1%, bahkan setelah perusahaan tersebut menaikkan proyeksi laba tahun 2026.

Baca Juga: Wall Street: S&P 500 dan Nasdaq Turun, Aksi Jual Saham Semikonduktor Berlanjut

Para analis telah menetapkan standar tinggi untuk musim pendapatan kuartal kedua. Perusahaan-perusahaan S&P 500, secara agregat, diperkirakan akan membukukan pertumbuhan laba tahunan sebesar 24,8%. Laba sektor teknologi saja diperkirakan melonjak 65,5% dari kuartal tahun lalu, menurut data terbaru yang tersedia dari LSEG.

Serangkaian indikator ekonomi AS yang dirilis pada hari Kamis menunjukkan penjualan ritel inti yang kuat, penurunan klaim pengangguran, dan peningkatan aktivitas manufaktur di wilayah Timur Laut.

Data yang kurang positif datang dari sektor perumahan, dengan penurunan penjualan rumah yang tertunda lebih besar dari yang diperkirakan dan sentimen pengembang perumahan yang memburuk yang mencerminkan biaya pinjaman yang tinggi dan keterbatasan kemampuan membeli bagi calon pembeli rumah.

AS dan Iran memperpanjang serangan udara mereka, memperpanjang eskalasi selama seminggu yang hampir membatalkan gencatan senjata bulan lalu. Namun, pembebasan warga negara AS oleh Iran menunjukkan bahwa masih ada jalan bagi kedua pihak untuk menghindari dimulainya kembali perang habis-habisan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×