Reporter: Rashif Usman | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) telah merealisasikan pembelian kembali (buyback) saham senilai Rp 285,05 miliar. Meski telah menggelontorkan ratusan miliar rupiah untuk buyback saham, pergerakan harga saham UNVR masih belum mampu bangkit signifikan dari level terendahnya.
Buyback saham adalah salah satu aksi korporasi yang direncanakan Unilever sepanjang tahun 2025 ini. Realisasi pembelian kembali saham UNVR tersebut baru sekitar 14,25% dari total dana buyback yang disiapkan perseroan sebesar Rp 2 triliun.
Pada perdagangan Kamis (16/7/2026), saham UNVR ditutup menguat 0,90% atau naik 15 poin ke level Rp 1.685 per saham. Namun, secara year to date (ytd), harga saham emiten consumer goods ini masih ambles 35,69% atau turun 935 poin sejak awal tahun.
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), dana buyback sebesar Rp 285,05 miliar tersebut digunakan untuk membeli sebanyak 168.766.700 saham perseroan.
Direktur UNVR Neeraj Lal mengatakan seluruh saham hasil buyback saat ini masih tercatat sebagai saham tresuri (treasury stock).
"Jumlah dana yang telah digunakan ialah Rp 285,05 miliar atau akumulasi jumlah saham yang dibeli mencapai 168.766.700 lembar saham," ujar Neeraj dalam keterbukaan informasi, Rabu (15/7).
UNVR sebelumnya telah menyiapkan dana maksimal Rp 2 triliun untuk melaksanakan aksi korporasi buyback saham. Artinya, masih terdapat lebih dari Rp 1,7 triliun dana yang belum digunakan oleh perseroan.
Pelaksanaan buyback dilakukan secara bertahap sepanjang periode Juli hingga September 2025 menggunakan dana internal perusahaan. Perseroan menegaskan dana tersebut tidak berasal dari pinjaman maupun hasil penawaran umum.
Adapun harga pembelian kembali saham tertinggi tercatat sebesar Rp 1.703 per saham yang dilakukan pada 23 September 2025. Sementara harga pembelian terendah sebesar Rp 1.665 per saham pada transaksi 9 September 2025.
Dengan demikian, harga rata-rata buyback saham UNVR berada di level Rp 1.689,02 per saham.
Tonton: Bursa Diprediksi Positif! IHSG Siap Menguat di Perdagangan Jumat
Menariknya, harga rata-rata buyback tersebut hampir sama dengan posisi harga saham UNVR saat ini yang berada di kisaran Rp 1.685 per saham. Hal ini menunjukkan bahwa aksi buyback sejauh ini belum mampu menjadi katalis yang signifikan bagi penguatan harga saham di pasar.
Manajemen UNVR sebelumnya juga menegaskan bahwa program buyback tidak akan memberikan dampak material terhadap operasional maupun kondisi keuangan perusahaan.
Perseroan menilai posisi likuiditas dan arus kas yang dimiliki masih cukup kuat untuk mendukung kegiatan operasional meskipun melaksanakan buyback saham.
Di sisi lain, pelaku pasar masih menantikan berbagai katalis yang mampu mengembalikan daya tarik saham UNVR. Pasalnya, meskipun menyandang status saham blue chip dan rajin membagikan dividen, kinerja harga saham UNVR dalam beberapa tahun terakhir masih berada dalam tren pelemahan.
Aksi buyback memang kerap dipandang sebagai sinyal optimisme manajemen terhadap valuasi sahamnya. Namun, pasar tampaknya masih membutuhkan lebih dari sekadar buyback untuk kembali melirik saham UNVR.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
