kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Transaksi penjualan 7-Eleven bisa batal?


Rabu, 24 Mei 2017 / 09:06 WIB


Reporter: Barly Haliem, Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Rumor hot tengah berembus. Kali ini berkaitan dengan transaksi penjualan convenience store 7-Eleven yang dilakukan oleh PT Modern Internasional Tbk (MDRN). Perusahaan itu berniat menjual 7-Eleven kepada PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) senilai Rp 1 triliun.

Akuisisi ini diharapkan rampung pada Juni 2017, setelah mendapatkan sejumlah persetujuan, termasuk restu pemegang saham MDRN, induk usaha waralaba 7-Eleven yaitu Seven & I Holding Co Ltd dan persetujuan pemerintah atas izin waralaba. Jika disetujui, CPIN akan jadi pemegang waralaba baru 7-Eleven.

Namun, rumor yang sampai KONTAN, transaksi tersebut akan menemui ganjalan. "Prinsipal Seven & I Holding tidak setuju 7-Eleven di Indonesia diambilalih oleh CPIN," kata sumber KONTAN, kemarin (23/5).

Seven & I Holding ingin aset 7-Eleven diambilalih oleh Grup Modern Internasional. Rumor penolakan Seven & I Holding itulah yang berpeluang menghambat dan bahkan bisa membatalkan penjualan 7-Eleven.

Benarkah? Presiden Direktur CPIN Tjiu Thomas Effendy menyatakan belum mendengar informasi penolakan itu. "No comment. Intinya, kami masih dalam proses negosiasi," kata dia kepada KONTAN, kemarin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×