kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Tips investasi di tengah isu The Fed rate


Jumat, 25 November 2016 / 16:10 WIB


Reporter: Arsy Ani Sucianingsih | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Kondisi ekonomi yang terjadi di Amerika Serikat (AS), menjadi tanda tanya besar bagi para investor. Kebijakan yang di ambil oleh presiden AS yang baru serta kepastian akan bank sentral AS untuk menentukan suku bunga acuannya, membuat investor wait and see.

Research Analyst dari MNC Securities Yosua Zisokhi melihat, efek ini akan terjadi hingga awal tahun depan. Dengan demikian, masih banyak ketidakpastian yang terjadi di pasar.

“Kata ketidakpastian ini saya sarankan untuk mengurangi eksposur instrumen investasi yang memiliki risiko tinggi. ini bagi investor yang punya berbagai ancam instrumnen investasi, kita bisa kurangin di instrumen seperti saham, dan reksadana saham,” ujarnya kepada KONTAN, Jumat (25/11).

Menurut Yosua, investor dapat masuk ke instrumen investasi yang memiliki risiko kecil. Seperti obligasi yang tenor jangka pendek terutama Surat Utang Negara (SUN) di tambah deposito. “Sebar investasi ke instrumen lain seperti emas, sambil menunggu kebijakan AS yang akan di ambil,” imbuhnya.

Sementara dari investasi saham, investor harus mencermati saham yang defensive seperti konsumer. Hal ini lantaran sektor tersebut tidak terlalu berpengaruh dari ekonomi secara keseluruhan dan tetap dibutuhkan oleh orang banyak. Yosua melanjutkan, kurangi juga eksposure saham komoditas, ini untuk mengantisipasi gejolak nilai tukar di tahun depan.

“Sama juga seperti saham yang memiliki kaitan dengan dollar terutama memiliki utang dollar yang cukup tinggi,” jelasnya.

Sama halnya seperti reksadana, investor lebih baik mengurangi porsi reksadana sahamnya dan masuk ke pendapatan tetap, Atau besarkan porsinya dalam reksadana pasar uang. Sementara untuk obligasi, kurangi eksposur obligasi jangka panjang, dan masuk ke jangka pendek.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×