kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Tips Direktur Djasa Ubersakti, Pio Hizkia Wehantouw, sukses berinvestasi di saham


Minggu, 24 Januari 2021 / 07:40 WIB
Tips Direktur Djasa Ubersakti, Pio Hizkia Wehantouw, sukses berinvestasi di saham


Reporter: Kenia Intan | Editor: Noverius Laoli

Hizkia sengaja membatasi jumlah saham yang dikoleksi agar lebih mudah melakukan pengawasan di tengah kesibukan. Di masa pendemi Covid-19, dia mengaku ada perubahan strategi dalam berinvestasi.

Selain tetap mengoleksi saham properti, Hizkia cenderung memilih saham yang tidak terlalu terdampak pandemi, seperti saham sektor barang konsumsi dan teknologi informasi (TI).

Sementara di saham properti, Hizkia mempertahankan saham yang mampu meningkat di tengah pandemi.

Hizkia berniat mengisi sebagian besar portofolio investasi sahamnya dengan saham sektor properti. "Saya senang bermain saham properti karena saya bisa membaca kinerjanya," ungkap Hizkia. Lantaran memahami dan menyukai sektor properti, ia merasa lebih mudah menyeleksi saham yang menarik.

Baca Juga: Warren Buffett ingatkan berinvestasi dengan cara ini bisa berakhir buruk

Dalam memilih saham, Hizkia juga selalu memastikan jajaran manajemen yang berada di balik suatu emiten. Menurut dia, gambaran mengenai pengelolaan, kreativitas dan inovasi manajemen bisa nampak dari siapa pengelolanya.

Hizkia berpendapat berinvestasi di saham harus dijalani seperti menjalankan hobi. Sehingga harus selalu menghitung valuasi dan fundamental perusahaan agar tidak terbawa arus. "Saya memang hobi utak-atik angka, kinerja, data dan melihat histori," jelas dia.

Selain suka menganalisa saham, Hizkia memang gemar membaca. Ini membuat ia lebih jeli melihat peluang pasar. Tak heran saat awal mulai berinvestasi saham di 2005, Hizkia tidak terlalu kerepotan. Apalagi, Hizkia sebelumnya bekerja di perbankan, sehingga ia tidak kesulitan menganalisa.

Kebiasaan tersebut juga membuat Hizkia tidak terjerumus saham-saham yang harganya naik drastis tanpa diikuti fundamental. Ia juga tidak mudah tergoda saham-saham yang naik signifikan karena euforia. Misalnya, saham farmasi yang naik tinggi karena sentimen vaksin Covid-19.

Selanjutnya: IHSG anjlok terseret kasus positif Covid yang meningkat, pantau saham berikut

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×