kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.345.000 0,75%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Tingkatkan Skala Jaringan, Moratelindo (MORA) Gandeng China Huaxin Post & Telecom


Selasa, 28 Februari 2023 / 13:41 WIB
Tingkatkan Skala Jaringan, Moratelindo (MORA) Gandeng China Huaxin Post & Telecom
ILUSTRASI. PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA).


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) alias Moratelindo menjalin kerja sama dengan China Huaxin Post & Telecom Technologies Co. Ltd. (HXPT) untuk meningkatkan kualitas dan skala jaringan. 

Dalam kolaborasi ini Moratelindo akan memanfaatkan teknologi HXPT dalam pembangunan jaringan transmisi optik, fixed-line broadband access, optimasi jaringan, dan juga pembiayaan perseroan. 

Wakil Presiden HXPT Tang Hui menjelaskan pihaknya akan menyediakan solusi telekomunikasi untuk pembangunan infrastruktur fixed mobile, dan broadband network. Mulai dari designing, pengadaan, instalasi, pelaksanaan sampai maintenance serta optimasi. 

"Kami juga akan memberikan solusi keuangan, agar terjadi penyebaran jaringan untuk meraih customer yang lebih besar," jelas Tang Hui dalam keterangan yang diterima Kontan, Rabu (28/2). 

Baca Juga: Ciputra Development (CTRA) Targetkan Marketing Sales Rp 8,9 Triliun di Tahun 2023

Selain itu, Moratelindo dan HXPT juga menyetujui untuk melakukan diskusi lebih lanjut mengenai dua proyeksi yang akan diimplementasikan secepatnya, yaitu Moratel FTTH (Fiber-to-the Home) Project dan Moratel National DWDM Project. 

MORA juga membukukan kinerja positif di sembilan bulan pertama 2022. Perseroan membukukan pendapatan di sembilan bulan pertama 2022 sebesar Rp 3,40 triliun, meningkat dari pendapatan sebelumnya sebesar Rp 2,99 triliun di 2021.

Berdasarkan laporan keuangan, pendapatan MORA berasal dari kontribusi pendapatan Kontrak dengan pelanggan penyelenggara telekomunikasi baik dengan total Rp 2,14 triliun.

Sisanya berasal dari kontribusi pendapatan kontrak dengan non penyelenggara telekomunikasi baik dari konsesi jasa, Pusat data, dan lain-lain sebesar Rp 1,23 triliun. Ditambah Rp 13 miliar dari kontribusi pendapatan Indefeasible Right of Use (IRU).

Baca Juga: Transcoal Pacific (TCPI) Dapatkan Kontrak Baru Senilai Rp 2,57 Triliun

Beban langsung perusahaan juga mengalami peningkatan menjadi Rp 1,24 triliun dari tahun lalu sebesar Rp 1,11 triliun. Kenaikan ini disebabkan beban proyek pembangunan fiberisasi sebesar Rp 671 miliar.

Hingga September 2022, MORA berhasil meraup laba bersih sejumlah Rp 502,70 miliar. Pada periode yang sama di tahun sebelumnya, laba bersih MORA mencapai Rp 433,86 miliar. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×