Reporter: Alya Fathinah | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah sepekan masa penawaran dibuka, Sukuk Ritel SR024 mulai menyerap minat investor ritel melalui berbagai mitra distribusi, salah satunya Bareksa.
Berdasarkan aplikasi Bareksa, SR024-T3 telah terjual 33,56% dari target Rp 10 triliun, sementara SR024-T5 mencapai 32,78% dari target Rp 5 triliun per Jumat (13/3/2026).
Chief Operating Officer Bareksa, Ni Putu Kurniasari mengatakan penjualan SR024 melalui platform Bareksa masih sesuai dengan penjualan pada fase awal distribusi Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) ritel sebelumnya.
Ia menambahkan secara historis penjualan SBN ritel biasanya akan meningkat lebih signifikan pada pertengahan hingga menjelang akhir masa penawaran pada tanggal 15 April 2026.
Baca Juga: Sepekan Ditawarkan, Penjualan SR024 Lampaui SR023 dan ORI029
"Oleh karena itu, kami melihat perkembangan saat ini masih berada dalam jalur yang sehat dan berpotensi terus meningkat seiring dengan semakin luasnya sosialisasi kepada investor ritel," ujar Ni Putu saat dihubungi Kontan pada Jumat (13/3/2026).
Meskipun, kondisi pasar obligasi saat ini sedang tertekan, tetapi SBN seri syariah memiliki daya tarik yang lebih tinggi karena tidak banyak pilihan instrumen investasi syariah yang aman dengan imbal hasil relatif tinggi.
Di sisi lain, saat ini masyarakat semakin paham dengan prinsip syariah sehingga penjualan SBSN ritel relatif lebih stabil.
Adapun, profil investor yang membeli SR024 melalui platform Bareksa didominasi oleh investor existing yang sudah memiliki pengalaman berinvestasi di SBN ritel sebelumnya.
"Khususnya investor yang sebelumnya memiliki seri SBN SR018 yang telah jatuh tempo pada tanggal 10 Maret 2026 kemarin, kemudian melakukan reinvestasi kembali ke seri SR024 ini," kata Ni Putu.
Di samping itu, terdapat penambahan investor baru seiring dengan semakin meningkatnya literasi dan inklusi keuangan digital.
Baca Juga: IHSG Melemah 3,22% Dalam Sepekan, Simak Proyeksinya untuk Pekan Depan
"Dari sisi demografi, kelompok usia produktif, terutama rentang usia 26–40 tahun, masih menjadi segmen yang paling aktif melakukan pembelian," kata Ni Putu.
Untuk mendorong penjualan SR024, Bareksa terus melakukan berbagai upaya untuk mendorong partisipasi investor ritel seperti edukasi investasi, kampanye digital, kolaborasi dengan berbagai komunitas investor, dan menyediakan informasi komprehensif di aplikasi.
Ni Putu melihat permintaan SR024 hingga akhir masa penawaran masih cukup positif dengan kombinasi kupon yang kompetitif, tingkat keamanan yang tinggi, dan akses pembelian yang semakin mudah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













