kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.347.000 0,15%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

TikTok Resmi Selesaikan Proses Investasi di Tokopedia, Begini Dampak ke Saham GOTO


Kamis, 01 Februari 2024 / 10:37 WIB
TikTok Resmi Selesaikan Proses Investasi di Tokopedia, Begini Dampak ke Saham GOTO
ILUSTRASI. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengumumkan tuntasnya proses investasi TikTok senilai total Rp 34,22 triliun di Tokopedia. (Foto Dok. GOTO)


Reporter: Ahmad Febrian, Yuliana Hema | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengumumkan TikTok resmi menyelesaikan transaksi investasinya di PT Tokopedia. Sehubungan hal itu, TikTok turut merombak jajaran direksi Tokopedia. PT Tokopedia menerbitkan saham baru yang akan bayar oleh TikTok senilai US$ 840 juta. Dus, TikTok resmi menggenggam 75,01% saham atau setara dengan 38,18 juta saham Tokopedia. 

Sementara itu, GOTO masih menggenggam 24,99% saham PT Tokopedia. Alhasil, dengan investasi ini TikTok menjadi pengendali baru untuk Tokopedia dan dominasi GOTO semakin mengecil.  Melansir keterbukaan informasi, Rabu (31/1), GOTO melaporkan telah terjadi perubahan susunan direksi. Vonny Ernita Susamto resmi mengisi kursi Direktur Utama Tokopedia. 

GOTO mengumumkan kemitraan pada 11 Desember 2023 dan di akhir Januari 2024, manajemen menyatakan proses injeksi modal sudah selesai. Artinya, neraca keuangan Tokopedia sudah dekonsolidasi dan GOTO mulai menerima pendapatan rutin berupa komisi dari seluruh transaksi di platform “New Tokopedia”

“Skema investasi yang dilakukan adalah TikTok memberikan suntikan modal ke Tokopedia seperti pada rights issue umumnya. Tokopedia menerbitkan saham baru khusus kepada TikTok sehingga akan ada fresh fund masuk ke Tokopedia yang akan dibutuhkan untuk operasional kedepannya” kata Rizal Nur Rafly analis Panin Sekuritas, Kamis (1/2). 

Rafly mengatakan memang ada dampak dari transaksi tersebut yaitu kepemilikan saham GOTO menjadi terdilusi menjadi 25%. Namun Rafly juga menggarisbawahi terdapat non-dilutive shareholding di dalamnya. Sehingga segmen e-commerce masih tetap terintegrasi dengan ekosistem GOTO. 

Baca Juga: GOTO Klaim EBITDA Positif, Buka Peluang Buyback Saham

“Memang pada akhirnya GOTO tidak lagi mengkonsolidasikan Tokopedia. Namun untuk kebutuhan modal Tokopedia ke depan sudah secure dari investasi TikTok. Di sisi lain GOTO  mendapatkan komisi yang akan menjadi recurring income ke depan yang akan dicatatkan setiap kuartal yang akan mengacu pada besaran GTV Tokopedia dan TikTok Shop," tambah Rafly.

Rafly juga menegaskan kesepakatan yang terjadi akan menguntungkan semua pihak. ikTok mendapatkan mitra strategis di pasar terbesar Asia Tenggara yakni Indonesia. Tokopedia mendapatkan suntikan dana segar untuk melanjutkan pertumbuhan dan GOTO semakin cepat dalam hal profitabilitas.

Sementara riset Mandiri Sekuritas menyebut, klausul non-dilutive GOTO akan menjadi berharga setelah suntikan dana bersih TikTok sebesar US$1,5 miliar habis. Sehingga memerlukan modal tambahan yang tidak akan bersifat dilutif terhadap kepemilikan GOTO di Tokopedia.

Pandangan bahwa investasi TikTok ke Tokopedia dapat mempercepat profitabilitas GOTO juga disampaikan Shinhan Sekuritas dalam laporan risetnya.  "GOTO tidak perlu lagi mendanai unit e-commerce (Tokopedia), yang telah mengalami pengeluaran kas yang tinggi namun dengan margin kontribusi tambahan yang lebih rendah dibandingkan bisnis inti lainnya,” tulis Billy Ibrahim Djaya, analis Shinhan Sekuritas dalam laporan risetnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×