kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45987,90   -2,03   -0.21%
  • EMAS1.142.000 0,35%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Kolaborasi TikTok dan Tokopedia, Begini Prospek GOTO Menurut Pandangan Analis


Selasa, 12 Desember 2023 / 04:14 WIB
Kolaborasi TikTok dan Tokopedia, Begini Prospek GOTO Menurut Pandangan Analis
ILUSTRASI. GOTO menerapkan klausul non delutive transaction.


Reporter: Ahmad Febrian, Yuliana Hema | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Teka-teki rencana Tiktok terhadap PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) terjawab. TikTok Pte. Ltd mengucurkan investasi lebih dari i US$ 1,5 miliar kepada entitas usaha GOTO, yakni PT Tokopedia. 

Sekretaris Perusahaan GoTo, Koesoemohadiani menjelaskan, investasi TikTok akan dibagi menjadi beberapa bagian.

Pertama, sebesar US$ 340 juta atau Rp 5,33 triliun untuk pembelian aset Tokopedia. 

"Pembelian aset milik Tokopedia itu berupa kontrak bisnis dan hak eksklusif untuk menghidupkan kembali TikTok Shop di Indonesia," kata dia, Senin (11/12). 

Kedua, TikTok juga akan menggelontorkan US$ 840 juta atau Rp 13,18 triliun. Dana ini bakal dipakai TikTok untuk mencaplok dan membayar atas saham baru yang dikeluarkan PT Tokopedia. 

Kolaborasi TikTok dan Tokopedia merupakan kombinasi yang positif. Penggabungan ini akan menumbuhkan jumlah pengguna GOTO, bukan hanya di Tokopedia namun berimbas ke layanan on demand services, GoTo Financial, GoTo Logistic dan lain-lain.

Baca Juga: Terseret Saham GOTO, Bagaimana Peluang Pergerakan IHSG Esok?

“Kesepakatan TikTok Shop Tokopedia akan membantu GoTo menghidupkan kembali pertumbuhan pengguna tahunan, sekaligus mendorong penjualan segmen lainnya, seperti logistik, pembayaran digital, dan pinjaman konsumer," kata Analis Bloomberg Intelligence, Nathan Naidu dalam laporannya. 

Berdasarkan informasi dari situs resmi, GOTO memiliki 59,3 juta pengguna bertransaksi tahunan. GOTO juga memiliki ekosistem 15,1 juta pedagang dan 2,6 juta mitra pengemudi. Sementara itu pengguna TikTok di Indonesia mencapai 99,79 juta berdasarkan Data Reportal. Pengguna TikTok di Indonesia merupakan terbesar kedua di dunia, di bawah Amerika Serikat dengan mengesampingkan China.

"Kesepakatan ini, yang akan meluncurkan kembali TikTok Shop di Indonesia, kemungkinan akan mengguncang status quo dari dua pemain  teratas di kawasan ini, Sea Shopee dan Lazada milik Alibaba,” kata Nathan.

Baca Juga: Demi UMKM Lokal, Mendag Sambut Positif Kembalinya Tiktok Lewat Tokopedia

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×