kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.770   61,00   0,34%
  • IDX 6.496   -22,25   -0,34%
  • KOMPAS100 846   -1,89   -0,22%
  • LQ45 641   -0,88   -0,14%
  • ISSI 228   -0,76   -0,33%
  • IDX30 359   -0,33   -0,09%
  • IDXHIDIV20 439   0,73   0,17%
  • IDX80 96   -0,16   -0,17%
  • IDXV30 123   0,86   0,70%
  • IDXQ30 114   -0,01   -0,01%

Tertekan Sentimen Hawkish The Fed, JPY di Dekat Level Terendah Satu Bulan


Senin, 31 Agustus 2026 / 09:09 WIB
Tertekan Sentimen Hawkish The Fed, JPY di Dekat Level Terendah Satu Bulan
ILUSTRASI. Yen Jepang - Dolar AS (REUTERS/Dado Ruvic)


Reporter: Rizki Caturini | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar yen Jepang (JPY) sempat menguat menembus level 159,80 per dolar Amerika Serikat (AS) pada hari Senin (31/8), namun tetap berada di dekat level terendah dalam satu bulan terakhir. 

JPY tertekan seiring menguatnya dolar akibat pernyataan bernada hawkish dari pejabat Federal Reserve Kevin Warsh yang meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga AS pada bulan September tahun ini. 

Seperti dikutip Tradingeconomics, Senin (31/8), pasar kini memperhitungkan peluang sekitar 57% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) bulan depan, angka yang melonjak tajam dari sekitar 40% pada pekan sebelumnya. 

Baca Juga: Indeks Dolar AS Melemah di Bawah 100, Begini Prospek Yen, Won, Yuan dan Rupiah

Para pelaku pasar juga mengantisipasi kemungkinan kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan (BoJ) pada bulan September di tengah kekhawatiran mengenai pelemahan yen dan inflasi yang dipicu oleh biaya impor. 

Yen telah kehilangan lebih dari separuh kenaikan nilainya pasca-intervensi pasar mata uang gabungan Jepang-AS pada akhir Juli, dengan kelemahan struktural yang persisten terus membebani mata uang tersebut. 

Yen tetap berada di bawah tekanan akibat selisih suku bunga yang lebar, kekhawatiran fiskal yang meningkat di Jepang, serta tingginya harga minyak yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×