kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Tertekan dua hari, pelemahan rupiah bisa berlanjut di hari ketiga


Kamis, 24 September 2020 / 05:05 WIB
Tertekan dua hari, pelemahan rupiah bisa berlanjut di hari ketiga


Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah melemah dalam dua hari perdagangan terakhir. Setelah menguat di awal pekan, kurs rupiah melemah pada Selasa dan Rabu. Tekanan rupiah berasal dari domestik maupun eksternal.

Pada perdagangan Rabu (22/9), kurs rupiah spot tercatat melemah sebanyak 0,20% ke Rp 14.815 per dolar Amerika Serikat (AS). Sementara itu, pada kurs tengah Bank Indonesia (BI) atau Jisdor, rupiah melemah 0,36% ke level Rp 14.835 per dolar AS dibandingkan perdagangan hari sebelumnya Rp 14.782 per dolar AS.

Kepala Riset dan Edukasi PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp 14.750 per dolar AS hingga Rp 14.850 per dolar AS pada Kamis (24/9). Pasar keuangan terlihat memberikan sinyal yang mixed dari sisi penguatan dolar AS. Di sisi lain, aset berisiko seperti sebagian indeks saham global menguat.

Analis Pasar Uang Bank Mandiri Reny Eka Putri mengungkapkan, tren pergerakan mata uang Garuda masih cenderung melemah. Hal tersebut disebabkan masih tingginya penambahan kasus baru Covid-19 di Tanah Air, terutama saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kembali diperketat. "Pelemahan rupiah akan berlanjut di kisaran Rp 14.774 per dolar AS hingga Rp 14.824 per dolar AS," kata Reny kepada Kontan.co.id, Rabu (23/9). 

Baca Juga: Melemah hari ini, ada sedikit potensi penguatan rupiah pada Kamis (24/9)

Sementara itu, dari eksternal Reny menilai pernyataan beberapa petinggi bank sentral AS Federal Reserve masih menjadi perhatian pelaku pasar. Perkembangan terkait rencana stimulus dan kebijakan moneter dari Negeri Paman Sam masih menjadi sorotan. 

Head of Economics Research Pefindo Fikri C Permana memprediksi pelemahan rupiah masih akan berlanjut, bahkan berpotensi lebih dalam. "Kemungkinan melemah sangat besar, karena jumlah penjualan rumah di AS yang sangat tinggi selama Agustus 2020," ujar Fikri kepada Kontan.co.id, Rabu (23/9).

Fikri memperkirakan kurs rupiah hari ini akan bergerak di rentang Rp 14.700 per dolar AS hingga Rp 15.000 per dolar AS.

Baca Juga: Mandiri Investasi memprediksikan IHSG menyentuh 5.400 di 2020 dan 6.200 tahun depan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×