kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Terpapar virus corona, IHSG berpotensi ke 5.022 dalam jangka pendek


Senin, 02 Maret 2020 / 19:53 WIB
ILUSTRASI. IHSG diprediksi kembali melemah jika virus corona tak segera diatasi


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Anna Suci Perwitasari

Untuk meredam penurunan IHSG, Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menghentikan sementara aktivitas short selling mulai hari ini. 

Namun, William menilai efek dari aturan ini kurang signifikan karena transaksi short sell yang selama ini terjadi juga kurang signifikan. Pun, Sukarno menilai keputusan ini paling tidak menjadi opsi agar tidak memperparah kondisi pasar saat ini.

Hal ini dibenarkan oleh Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono Widodo. Laksono menyebut, transaksi short sell ini kurang signifikan terhadap pasar modal tanah air. Namun, dengan adanya pencabutan short sell ini diharapkan mampu menciptakan pasar yang lebih stabil.

Baca Juga: Transaksi short sell dihentikan, BEI: Untuk pengingat jangan menambah bensin ke api

“Ini hanya sekadar pengingat bagi pelaku pasar agar tidak menambah bensin ke dalam api,” terang Laksono di Gedung Bursa Efek Indonesia.

Meski demikian, aturan ini diberlakukan dengan pertimbangan saat ini dinilai belum perlu adanya kebijakan yang signifikan. “Sebab, pasar yang sehat adalah pasar yang minim intervensi,” sambung dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×