kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Tembus Rp 900 miliar, BRI lampaui target penjualan SR-011


Kamis, 21 Maret 2019 / 15:38 WIB


Reporter: Dimas Andi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penjualan Sukuk Ritel seri SR-011 di PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) cukup laris lantaran instrumen ini memiliki sejumlah fitur yang menarik bagi nasabah.

Direktur Konsumer BRI Handayani mengungkapkan, realisasi penjualan SR-011 di BRI mencapai Rp 900 miliar. Angka ini lebih tinggi dari target awal yang ditetapkan bank berkode emiten BBRI tersebut sebesar Rp 700 miliar.

Tingginya nilai penjualan SR-011 cukup dipengaruhi oleh karakeristik instrumen tersebut yang cocok dengan kebutuhan nasabah. Misalnya, setelah dua periode imbalan nasabah dapat memperdagangkan SR-011 di pasar sekunder.

Selain itu, SR-011 juga menawarkan kupon tetap sebesar 8,05%. Walau lebih rendah ketimbang SBR-005 dan ST-003, kupon instrumen ini lebih tinggi dari seri Sukuk Ritel sebelumnya yakni SR-010 sebesar 5,90%.

"Nasabah juga merasa aman karena instrumen ini dibuat oleh pemerintah," tambah Handayani, hari ini.

Dia melanjutkan, padatnya jadwal penawaran Surat Berharga Negara (SBN) ritel tidak berpengaruh besar terhadap penjualan SR-011 di BRI. "Frekuensi penjualan SBN ritel yang cukup sering semakin memudahkan nasabah dalam melakukan investasi berkala," ujarnya.

Sebagai informasi, masa penawaran SR-011 berakhir pada hari ini. Pemerintah melalui Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu akan mengumumkan hasil penjualan SR-011 pada 26 Maret mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×