kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.680   99,00   0,56%
  • IDX 6.599   -124,08   -1,85%
  • KOMPAS100 874   -18,96   -2,12%
  • LQ45 651   -6,79   -1,03%
  • ISSI 238   -4,84   -1,99%
  • IDX30 369   -2,15   -0,58%
  • IDXHIDIV20 456   0,25   0,05%
  • IDX80 100   -1,80   -1,77%
  • IDXV30 128   -1,20   -0,93%
  • IDXQ30 119   -0,20   -0,17%

Tekanan berlanjut, analis prediksi IHSG bulan ini bisa sentuh level 5.500


Minggu, 01 Desember 2019 / 16:18 WIB
ILUSTRASI. Investor mengamati pergerakan saham emiten di Bursa Efek Indonesia.


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada bulan November ditutup di level 6.011,83. Artinya, IHSG telah tertekan 3,48% sejak penutupan perdagangan bulan sebelumnya, yang saat itu di level 6.228,32.

Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan tekanan tersebut masih akan berlanjut hingga Desember. Dia memasang proyeksi terburuk IHSG bisa mencapai 5.500 di bulan ini, namun di akhir tahun IHSG bisa naik di kisaran 6.000-6.200.

Baca Juga: IHSG susut, akhir tahun masih bisa menembus 6.220

"Saya berharap ada window dressing di minggu terakhir Desember. Saya berharap di akhir tahun IHSG bisa ditutup ke level 6.200," jelas Hans saat dihubungi Kontan.co.id, Jumat (29/11).

Hans mengatakan, tekanan pada pasar masih akan terus dirasakan selama perang dagang Amerika Serikat (AS)-China masih belum ada kesepakatan damai. Apalagi, Trump akan menggunakan ini sebagai bahan kampanyenya untuk melenggang dalam pemilu AS. 

Sedangkan dari dalam negeri, IHSG diberatkan dengan kasus reksadana yang membuat pasar khawatir.

"Faktor global dominan, tetapi di dalam negeri menjadi pemberat indeks," jelas Hans.

Baca Juga: Tahun 2019 tinggal sebulan, IHSG termasuk indeks berkinerja terburuk

Kendati pasar masih akan terus melemah sampai nanti adanya window dressing, Hans menyarankan investor untuk membeli atau mengakumulasi saham saat terjadi pelemahan. Namun, Hans menyarankan investor untuk tetap memilih saham bluechip seperti BBCA,BMRI, BBRI, JSMR dan TLKM.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×