Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Noverius Laoli
Untuk pekan depan, IHSG diperkirakan masih bergerak fluktuatif dengan kecenderungan konsolidasi sambil menunggu katalis baru dari global maupun domestik. Peluang rebound tetap ada, namun diperkirakan bersifat terbatas dan lebih teknikal.
“Risiko koreksi lanjutan tetap perlu diwaspadai. Jika IHSG menembus support 7.850, maka ruang pelemahan bisa terbuka menuju area 7.700,” tambah Hendra.
Dari sisi sektoral, ia menilai sektor perbankan syariah, infrastruktur, serta konsumsi defensif berpotensi memimpin penguatan jika pasar mulai stabil, seiring valuasi yang relatif menarik dan karakter bisnis yang lebih tahan volatilitas. Sebaliknya, sektor teknologi dan saham berisiko tinggi masih perlu diwaspadai karena sentimen global belum sepenuhnya pulih.
Baca Juga: Ekonom Sebut Pengunduran Diri Pejabat OJK-BEI Cerminkan Masalah Struktural
Untuk perdagangan awal pekan depan, IHSG diperkirakan dibuka mixed hingga melemah terbatas, seiring pasar masih mencerna sentimen global dan dampak lanjutan outlook Moody’s. Namun peluang technical rebound intraday tetap terbuka apabila tekanan jual mereda sejak awal sesi.
Dalam strategi investasi, Hendra menyarankan investor tetap selektif dan disiplin.
Investor jangka pendek dapat memanfaatkan peluang trading pada saham yang mulai membentuk area bottoming, sementara investor jangka menengah dapat menerapkan strategi buy on weakness pada saham berfundamental kuat dengan manajemen risiko yang ketat.
Beberapa saham yang dapat dicermati antara lain BRIS sebagai speculative buy dengan target di kisaran 2.600, CMRY untuk trading buy dengan target 6.200, serta JSMR sebagai speculative buy dengan target 4.000 seiring potensi pemulihan sektor infrastruktur.
Baca Juga: Simak Arah IHSG di Tengah Pengumuman Mundur Dirut BEI Iman Rachman
Secara keseluruhan, IHSG saat ini masih berada dalam fase penyesuaian setelah tekanan kuat. Analis menilai pasar membutuhkan waktu untuk membangun kembali kepercayaan, sehingga pendekatan selektif dan fokus pada saham berkualitas menjadi strategi utama di tengah volatilitas yang tinggi.
Selanjutnya: Danantara Groundbreaking 6 Proyek Hilirisasi, Total Nilai Capai US$ 7 Miliar
Menarik Dibaca: Sambut Imlek, Genki Sushi Hadirkan 3 Menu dengan Harga Spesial
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













